Scroll Down
Swipe Up
Our Blog
Arsitektur Adalah Ilmu dalam Merancang Bangunan
Pengerrtian Arsitektur
Arsitektur adalah seni atau praktik perancangan dan pembangunan struktur dan juga konstruksi bangunan. Dalam arti yang lebih luas, arsitektur melibatkan perancangan dan pembangunan seluruh lingkungan binaan pada tingkat makro. Contohnya perencanaan kota beserta bangunan dan kelengkapannya.
Mangunwijaya dan Wastu Citra (1995) menerangkan kalau arsitektur berasal dari bahasa Yunani “archee” dan “tectoon”. Archee memiliki arti yang asli, yang utama, yang awal. Sedangkan Tectoon memiliki arti kokoh, tidak roboh atau stabil. Jika disatukan maka archeetectoon memiliki arti orisinal dan kokoh.
Berdasarkan pengertian etimologi tersebut dapat disimpulkan bahwa arsitektur setidaknya harus memenuhi dua kriteria, yaitu harus unik atau indah dan kuat.
Jika berbicara tentang kretiria, Vitruvius (31 SM – 14 M) seorang old master arsitek dalam buku Ten Books of Architecture mengatakan hal yang sama, bahwa ada tiga kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah bangunan, yaitu: Firmitas atau ketahanan, Utilitas atau fungsi, dan Venustas atau keindahan.
Jika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, arsitektur adalah seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, jembatan, dan sebagainya; ilmu bangunan. Dari sini dapat diketahui bahwa bidang ini dapat merancang berbagai bangunan lain selain rumah atau gedung (bangunan yang dapat di huni).
Di sisi lain, pengertian arsitektur dalam Webster Dictionary adalah seni atau praktik perancangan struktur bangunan, terutama struktur yang dapat dihuni. Menjelaskan mengapa bidang ini identik dengan desain bangunan hunian di maa masyarakat umum, karena memang kebanyakan ranahnya ada di sana.
Pengertian Asitektur Menurut Para Ahli
Arsitektur juga memiliki pengertian yang berbeda namun biasanya masih searah pemikiran berdasarkan masing-masing pendapat ahli. Berikut ini adalah beberapa pengertian arsitektur lain jika menurut para ahli.
1. Amos Rappoport (1981)
Amos Rappoport mengunkapkan bahwa arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Pranata ini meliputi tata atur kehidupan sosial dan budaya masyarkat, yang diwadahi dan sekaligus mempengaruhi arsitektur.
2. Francis DK Ching (1979)
Jika Francis DK Ching berpendapatt kalau arsitektur membentuk suatu tautan yang mempersatukan ruang, bentuk, teknik dan fungsi.
3. J.B. Mangunwijaya (1992)
Sedangkan menurut J.B. Mangunwijaya arsitektur sebagai vastuvidya atau wastuwidya yang memiliki arti ilmu bangunan. Dalam pengertian wastu juga terhitung pula tata bumi, tata gedung, tata lalu lintas (dhara, harsya, yana). Seni ini adalah ilmu yang digunkana dalam merancang bangunan. Selain itu arsitektur juga dapat merujuk kepada hasil proses perancangan tersebut.
4. Djauhari Sumintardja
Djauhari Sumintardja berpendapat bahwa arsitektur merupakan sesuatu yang dibangun manusia untuk kepentingan badannya (melindungi diri dari gangguan) dan kepentingan jiwanya(kenyamanan, ketenangan, dan lain sebagainya.
5. Cornelis Van de Ven
Cornelis Van de Ven mengatakan kalau memberikan pandangan mengenai arsitektur yang berarti menciptakan ruang dengan cara yang benar-benar direncanakan dan dipikirkan. Pembaharuan arsitektur yang berlangsung terus menerus sebenarnya berakar dari pembaharuan dari konsep-konsep ruang.
6. Brinckmann
Sementara Brinckmann berpendapat bahwa arsitektur merupakan kesatuan antara ruang dan bentuk, juga penciptaan ruang dan bentuk.
Unsur- unsur Arsitektur
Unsur- unsur arsitektur adalah berbagai macam elemen yang membentuk suatu kesatuan arsitektur. Dengan kata lain, sebuah arsitektur terdiri dari beberapa elemen terkecil yang mendukungnya sehingga dapat menjadi satu kesatuan yang utuh. Elemen arsitektur terdiri dari tiga kategori utama yaitu elemen fisik, elemen reseptif, dan elemen konseptual. Masing-masing element tersebut akan dijelaskan di bawah ini.
1. Unsur Fisik
Pada arsitektur, unsur fisik adalah berupa bentuk dan ruang. Pada bagian ini harus diperhatikan bagaimana sistem dan struktur yang akan diterapkan, apa saja teknologi yang akan digunakan.
2. Unsur Penerimaan
Berlawanan dengan unsur fisik, Unsur Penerimaan adalah unsur psikologis dari suatu arsitektur. Apakah manusia akan nyaman menghuni bangunan tersebut? Apakah jalan masuk dan keluar seseorang mengalir dan mudah untuk ditebak?
3. Unsur Konseptual
Apakah selain dapat diterima dengan baik bangunan atau lingkungan ini juga ingin menyampaikan suatu makna? Atau ingin membuat simbol tertentu?
Sedangkan untuk mencapai keindahan atau estetika yang diinginkan, suatu bentuk bangunan tetap bertumpu pada unsur dan prinsip dasar rupa atau desain. Karena sebenarnya yang dirancang dan dibangun adalah tetap sebuah objek visual.
Tujuan Arsitektur
Berikut ini terdapat beberapa tujuan arsitektur, antara lain:
1. Merencanakan desain bangunan secara produktif.
2. Menghadirkan estetika yang menggambarkan keseluruhan bangunan.
3. Menciptakan bangunan sesuai efektifitas biaya.
4. Melestarikan bangunan bersejarah.
5. Membuat bangunan dengan mempertimbangkan fungsional dan operasionalnya.
6. Memiliki akses pencapaian ke bangunan yang mudah.
7. Mendesain bangunan yang aman, ramah lingkungan, berkelanjutan.
Jenis-Jenis Arsitektur
Bukan hanya mengetahui fungsi dan tujuan arsitektur, berikut ini adalah beberapa jenis dari arsitektur yang perlu kalian ketahui.
1. Arsitektur Aerodinamis
Arsitektur aerodinamis adalah jenis arsitektur yang dapat memanfaatkan aliran udara untuk menciptakan kenyamanan termal yang sesuai untuk sebuah bangunan. Aliran udara digunakan langsung oleh lingkungan atau oleh tata letak bangunan. Arsitektur aerodinamis juga dapat diciptakan dengan mengatur penggunaan bahan bangunan, memberikan perlindungan dari sinar matahari langsung, dan mengurangi efek pendinginan aktif. Aliran udara bertindak sebagai pendinginan pasif dari struktur bangunan, melepaskan udara panas dan membawa polutan untuk mempercepat penguapan. Arsitektur aerodinamis terlihat keren, baik secara fisiologis maupun psikologis. Proses pendinginan pasif arsitektur Aeordinamis menggunakan prinsip konveksi dan transmisi sinar matahari ke ruangan dan lingkungan lainnya.
2. Arsitektur Bioklimatik
Arsitektur bioklimatik adalah jenis arsitektur di mana desain arsitektur didasarkan pada hubungan antara bentuk bangunan, lingkungan, dan iklim. Prinsip dasar arsitektur bioklimatik adalah menggunakan energi surya yang efisien dan struktur pasif bioklimatik dengan memanfaatkan energi alam dari lingkungan bangunan. Arsitektur bioklimatik mengutamakan kondisi yang nyaman bagi penghuni dan pengguna bangunan. Konsep bioklimat dalam arsitektur pertama kali diperkenalkan oleh Origay pada tahun 1950. Penerapan praktis arsitektur bioklimatik tidak dimulai sampai tahun 1963. Dalam arsitektur bioklimat, suhu dan kelembaban merupakan kriteria yang menentukan tingkat kenyamanan penggunaan bangunan. Perkembangan konsep arsitektur bioklimatik merupakan akibat dari krisis energi dan perubahan iklim, dan masyarakat membutuhkan teknik bangunan yang hemat energi dan dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan.
3. Arsitektur Tropis
Arsitektur tropis merupakan jenis arsitektur yang cocok diterapkan pada lingkungan iklim tropis. Jenis arsitektur tropis dibagi menjadi arsitektur tropis basah dan arsitektur tropis kering. Dalam arsitektur tropis, kenyamanan bangunan ditentukan oleh kondisi bangunan dan kondisi lingkungan sekitar bangunan. Dari segi kondisi struktur, struktur dan lokasi bangunan, serta bahan bangunan, merupakan faktor utama yang mempengaruhi kenyamanan penggunaan arsitektur tropis. Suhu ruangan, kelembaban relatif, dan pergerakan udara merupakan determinan lingkungan yang mempengaruhi kenyamanan termal. Arsitektur tropis merupakan bentuk adaptasi bangunan terhadap iklim tropis. Lingkungan yang ideal untuk arsitektur tropis adalah lingkungan dengan paparan sinar matahari yang konstan, banyak hujan, dan kelembaban tinggi. Arsitektur tropis juga digunakan di tempat-tempat alami.
Fungsi Dari Arsitektur
Tidak hanya untuk membangun struktur konstruksi bangunan yang fungsional, estetis dan kokoh. Arsitektur secara umum berfungsi sebagai suatu struktur yang ikut menyeimbangkan lingkungan yang ada di sekitar, termasuk pada alam, manusia dan faktor sosialnya. Berikut ini adalah penjabaran fungsi mengenai arsitektur.
1. Arsitektur sebagai kebutuhan tuntutan fungsional badani, rohani, emosional, spiritual dan intelektual.
2. Sebagai jawaban atas tantangan Iklim, teknologi, masyarakat, dan kebudayaan.
3. Sebagai penyeimbang biologis dan psikologis dalam artian lain berfungsi sebagai pembatas atau penyaring antara tubuh dengan lingkungan alam yang ada di sekitar.
4. Sebagai penyeimbang biologis dan psikologis yang merupakan kelanjutan perilaku adaptasi manusia terhadap dunia.
5. Sebagai ruang tempat manusia hidup. Ruang manusia, hidup, dan bahagia, kaitannya dengan pengalaman kehidupan sehari-hari secara sederhana dapat diwujudkan pula oleh arsitektur.
6. Sebagai binaan lingkungan secara keseluruhan, bukan hanya sebagai obyek atau produk, tapi juga sebagai institusi atau proses.
7. Sebagai objek dan proses budaya. Monumen-monumen kuno yang ada dunia diagungkan hingga sekarang adalah produk dari Arsitektur.
Oleh sebab itu, arsitektur bukan hanya sekedar objek desain, tetapi merupakan unit pengelolaan lingkungan yang mencakup unsur-unsur psikologis. Seperti yang dikatakan Lawrence (2004, hlm. 26), arsitektur bukan hanya kumpulan objek keadaan atau objek fisik yang akhirnya terdegradasi. Mempelajari bidang ini juga berarti mempelajari yang tak kasat mata, realitas konkret, realitas simbolik sebagai bagian dari realitas.
Kedengarannya rumit, tapi ini terjadi karena lapangan bukanlah sebuah karya yang dirancang dan diciptakan semata-mata untuk mengadaptasi atau merepresentasikan sesuatu seperti bidang seni dan desain pada umumnya. masyarakat. Tapi rumah itu sendiri adalah sarana ekspresi bagi masyarakat. Oleh karena itu, ilmu ini mencakup banyak bidang yang sangat kompleks dan melibatkan banyak kalangan sosial.
10 August 2022
Arsitek adalah Profesi dalam Konstruksi, Simak Penjelasanya Berikut ini
Arsitek adalah salah satu profesi yang ternyata banyak diminati oleh banyak orang. Arsitek merancang bangunan yang aman, fungsional, berkelanjutan, dan baik secara estetika. Secara profesional, arsitek merupakan pekerjaan yang memerlukan kemampuan yang terlatih dan pengetahuan bangunan yang luas. Arsitek juga merupakan profesi yang menggabungkan unsur seni, desain, dan teknik secara bersamaan.
Seorang arsitek adalah orang-orang yang mempelajari ilmu arsitektur dan mempraktikkannnya. Seorang arsitek biasanya seseorang yang suka mendesain dan menggambar. Arsitek adalah profesional yang memimpin proses penciptaan ruang fungsional, mulai dari konsep dan desain hingga implementasi penuh dari desain tersebut.
Profesi arsitek tidak hanya terlibat dalam desain sebuah bangunan. Mereka juga bertanggung jawab atas keselamatan publik dan juga pengawasan proyek yang sedang dibuat. Kebanyakan arsitek adalah orang yang artistik, yang berarti mereka kreatif, sensitif, intuitif, pandai berbicara, dan ekspresif.
Berikut ini adalah penjelasan dan hal-hal yang menyangkut tentang arsitek.
Apa Itu Arsitek?
Jika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arsitek memiliki dua arti, yaitu arsitek adalah orang yang ahli dalam merancang dan menggambar bangunan, jembatan, dan sebagainya, biasanya sekaligus sebagai penyelia konstruksinya. Arti lain dari arsitek adalah perencana (pencipta suatu paham, negara, dan sebagainya).
Arsitek adalah kata yang berasal dari bahasa Prancis, architecte, bahasa Latin architectus, dan bahasa Yunani arkhitekton yang memiliki arti kepala tukang, kepala proyek bangunan.
Dalam artian luas, arsitek adalah orang yang memiliki tugas untuk merencanakan dan merancang bangunan, terutama dalam hal fungsional, konsep, dan estetika. Namun sebetulnya, profesi arsitek adalah pekerjaan yang tak hanya mengurusi fisik bangunan, tapi juga mencakup lingkup lebih luas seperti kompleks bangunan, konteks perkotaan, atau daerah.
Jika dalam proyek yang lebih besar, arsitek bertugas sebagai pengarah yang melakukan kontrol atas pekerjaan kontraktor. Tujuannya adalah apabila dia melihat penyimpangan, dia berhak menghentikan proyek atau menginstruksikan adanya pengerjaan ulang atau perbaikan.
Tanggung Jawab Arsitek
Tanggung jawab dari arsitek ada enam antara lain sebagai berikut:
1. Membuat konsep rancangan
Tugas pertama seorang arsitek adalah membuat konsep bangunan.
Selama fase ini, arsitek harus meninjau semua data dan informasi dari pengguna layanan mengenai kebutuhan dan persyaratan pengembangan mereka.
Arsitek kemudian melakukan analisis dan pengolahan data untuk membuat program dan konsep desain.
2. Prarancangan
Dari konsep rancangan yang telah dibuat, arsitek akan menyusun pola dan bentuk arsitektur dalam bentuk gambar. Arsitek juga akan menyusun nilai fungsional dari bangunan dalam bentuk diagram.
Pada tahap ini, arsitek juga akan merangkum perkiraan luas bangunan, bahan yang dibutuhkan, sistem konstruksi, biaya, dan waktu pembangunannya.
3. Mengembangkan rancangan
Setelah prarancangan sudah disetujui oleh klien, pekerjaan selanjutnya yang menjadi tanggung jawab arsitek adalah mengembangkan rancangan.
Pada tahap ini, arsitek akan menyiapkan perancangan yang lebih detail mengenai sistem konstruksi, struktur bangunan, bahan bangunan, dan perkiraan biaya konstruksi.
Jika disetujui, hasil pengembangan rancangan ini akan menjadi rancangan akhir bangunan. Rancangan ini akan menjadi acuan bagi arsitek untuk melangkah tahap selanjutnya.
4. Membuat gambar kerja
Berikutnya, arsitek akan menerjemahkan konsep dari rancangan ke dalam bentuk gambar dan uraian-uraian yang detail.
Arsitek juga akan memberikan dokumen pelaksanaan dan syarat teknik pembangunan yang jelas akan dilakukan.
5. Proses pengadaan pelaksanaan konstruksi
Tanggung jawab arsitek selanjutnya adalah melakukan pengadaan pelaksanaan konstruksi. Pada bagian ini ada dua tahap, yakni penyiapan dokumen pengadaan pelaksana konstruksi dan pelelangan.
Pada bagian pertama, arsitek akan mengolah gambar kerja ke dalam format dokumen pelelangan yang dilengkapi dengan uraian Rencana Kerja dan Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan (RKS), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Daftar Volume (Bill of Quantity/BQ).
Untuk bagian kedua, arsitek akan membantu klien dalam melaksanakan dan menilai pelelangan.
6. Mengawasi secara berkala
Pada tahap yang terakhir, arsitek akan melakukan peninjauan dan pengawasan secara berkala di lapangan.
Arsitek juga mengadakan pertemuan secara rutin dengan klien dan Pelaksana Pengawasan Terpadu atau MK yang ditunjuk oleh klien.
Pengawasan ini akan dilakukan paling banyak satu kali dalam dua minggu atau sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan.
Peran dan Tugas Dari Arsitek
Berikut ini adalah peran dan tugas dari arsitek:
1. Perantara antara pihak klien dan kontraktor
Arsitek adalah profesi yang mempunyai sejumlah peran, yang pertama yaitu menjadi jembatan bagi klien dengan kontraktor. Meski yang mengerjakan proyek adalah kontraktor, akan tapi komunikasi lebih sering terjadi dengan arsitek dari pada pihak kontraktor.
Hal itu dikarenakan, arsitek yang akan menerjemahkan keinginan dari klien kepada kontraktor dengan bahasa yang lebih dapat dipahami. Jika dilihat dari sisi teknis, hal tersebut juga penting dan hanya dapat dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan luas di bidangnya.
2. Pengawas jalan proses pembangunan
Arsitek biasanya akan terlibat dalam sejumlah fase seperti perancangan bangunan, pemilihan bahan bangunan, pelaksanaan pembangunan, dan seterusnya. Dengan keberadaan arsitek, klien tak perlu melakukan pemeriksaan tiap hari ke lokasi.
3. Sebagi penerjemah konsep klien sesuai dengan yang diinginkan
Sebagus apapun imajinasi klien akan rancang-bangun, penjelasannya akan lebih mudah dilakukan lewat gambar. Itulah yang dilakukan arsitek, ia akan membawa segala hal di ranah imajinasi klien ke atas sketsa. Kalau sudah begitu, kontraktor akan lebih mudah mengeksekusi permintan dari klien.
4. Mendampingi klien dari awal mula hingga tuntas
Hal Ini penting, jika klien memakai jasa arsitek, segala masalah dalam urusan pembangunan akan bisa dicurahkan. Berikutnya, tugas arsitek adalah memberikan solusi atas masalah-masalah tersebut.
Jenis-Jenis Arsitek
Ada beberapa jenis arsitek yang populer pada saat ini. Ada lima jenis arsitek di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Design architect
Design architect merupakan jenis arsitek yang paling sesuai dengan definisi arsitek secara umum. Tugas utama arsitek jenis ini adalah menyusun keseluruhan desain proyek. Arsitek jenis ini akan menganalisis kebutuhan klien, lokasi dan lingkungan sekitar bangunan, mempertimbangkan anggaran, dan membuat desain bangunan.
2. Technical architect
Dibandingkan dengan design architect, technical architect lebih berfokus pada sisi teknis atau fungsi dari sebuah bangunan. Seorang design architect memiliki tanggung jawab untuk memastikan sebuah bangunan berhasil dibangun dan berfungsi dengan baik. Untuk jenis arsitek yang satu ini biasanya lebih banyak bekerja dalam proyek besar, seperti pembangunan gedung perkantoran.
3. Project manager
Jenis arsitek yang berikutnya adalah project menager. Seorang project manager mempunyai tanggung jawab untuk mengatur proyek, mengembangkan rencana kerja, dan juga berkoordinasi dengan banyak anggota tim. Untuk bisa menjadi project manager, membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang proses arsitektur, skill komunikasi, pemecahan masalah, dan leadership yang tinggi.
4. Desainer interior
Desainer interior mempunyai fokus untuk membangun pengalaman yang menarik bagi siapa saj yang menempati sebuah bangunan. Jenis arsitek yang satu ini memiliki tugas untuk menentukan penataan dinding, pintu, bahan, finishing, desain pencahayaan, stopkontak, hingga furniture yang akan ditempatkan di dalam gedung atau ruangan tersebut. Semua hal itu harus dipertimbangkan secara detail dengan mengikuti kebutuhan dari klien dan kondisi bangunan yang akan di desain.
5. Landscape architect
Jenis arsitek yang terkhir adalah landscape architect. Tanggung jawab dari seorang landscape architect adalah merencanakan dan merancang bagian luar ruangan, seperti halaman taman dan kebun. Untuk menjadi landscape architect, perlu untuk menguasai beberapa ilmu tambahan seperti manajemen air hujan, desain penanaman, dan perencanaan yang berkelanjutan.
Syarat Untuk Menjadi Arsitek
Syarat untuk menjadi seorang arsitek harus mendapatkan gelar profesional dari universitas atau perguruan tinggi terakreditasi. Universitas atau perguruan tinggi tersebut biasanya fokus pada kurikulum dalam sejarah dan teori arsitektur, desain bangunan, desain dan penyusunan berbantuan komputer (CADD), metode konstruksi, matematika, ilmu fisika, dan kursus seni liberal lainnya.
Arsitek sangat terlatih dalam seni dan ilmu desain bangunan. Arsitek adalah orang yang harus memiliki lisensi profesional. Ini karena arsitek bertanggung jawab atas keselamatan penghuni bangunan yang mereka rancang. Persyaratan profesional untuk arsitek bervariasi dari satu tempat ke tempat.
Keputusan seorang arsitek mempengaruhi keselamatan publik, dan dengan demikian arsitek harus menjalani pelatihan khusus yang terdiri dari pendidikan lanjutan, dan praktikum (atau magang) untuk pengalaman praktis. Di sebagian besar negara maju, hanya mereka yang memenuhi syarat dengan lisensi, sertifikasi, atau pendaftaran yang sesuai dengan badan yang relevan (seringkali pemerintah) yang boleh mempraktikkan arsitektur secara legal.
Keterampilan dan Kompetensi Aristek
Berikut ini adalah ketrampilan dan kompetensi yang dimiliki oleh arsitek profesional.
1. Kreativitas
Arsitek harus bisa membuat desain untuk bangunan dan struktur lainnya.
2. Visualisasi
Arsitek harus dapat melihat, di mata pikiran, seperti apa struktur itu setelah selesai.
3. Komunikasi Verbal
Keterampilan ini akan memungkinkan aristek untuk menggambarkan ide-ide kepada klien dan kolega.
4. Aktif mendengarkan
Selain mengkomunikasikan informasi dengan jelas kepada orang lain, arsitek harus dapat memahami apa yang dibagikan orang lain kepadanya.
5. Memecahkan masalah
Masalah pasti akan muncul selama sebagian besar proyek pembangunan. Arsitek harus dapat dengan cepat mengidentifikasi dan kemudian menyelesaikannya agar proyek tetap berjalan.
6. Berpikir Kritis
Pemecahan masalah yang baik membutuhkan kemampuan untuk mengevaluasi solusi yang mungkin sebelum memilih yang paling menjanjikan.
Kualifikasi dan Skill yang Dibutuhkan Arsitek
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, arsitek adalah sebuah pekerjaan yang menggabungkan tiga aspek penting, yaitu seni, desain, dan teknik. Maka dari itu, bagi yang ingin berkarier di bidang ini perlu memiliki pengetahuan praktis terkait ketiga unsur di atas. Namun, bukan itu saja kualifikasi dan skill yang akan dibutuhkan bila hendak menjadi seorang arsitek. Jika benar-benar tertarik dengan industri ini, berikut adalah daftar keterampilan dan kualifikasi yang diperlukan:
1. Kemampuan numerik
2. Pemikiran kreatif
3. Keterampilan berpikir kritis
4. Pengetahuan ilmu hukum dasar
5. Skill komunikasi dan kolaborasi
6. Problem solving skill
7. Peka terhadap unsur komersil
8. Kemampuan artistik
9. Gelar sarjana dari jurusan ilmu arsitektur
10. Lisensi arsitek profesional
Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan arsitek. Secara sederhananya, arsitek artinya adalah seorang profesional yang bertugas untuk merancang desain serta unsur fungsional sebuah bangunan. Pekerjaan di industri kreatif dan teknik ini sangat diinginkan banyak kandidat. Maka dari itu, apabila benar-benar tertarik untuk menjadi seorang arsitek, pilihlah cabang studi yang tepat dan pelajari skill-skill yang sudah dijelaskan di atas.
9 August 2022
Pahami Pengertian Kontraktor, Jenis, Tugas dan Tips Memilihnya
Kontraktor adalah salah satu profesi yang penting. Pengerjaan pembangunan untuk sebuah Gudang perusahaan, hunian rumah, jalan, dan lain sebagainya bukan menjadi sesuatu yang mudah dan tidak boleh sembarangan. Selain harus berhati-hati, juga harus dipikirkan secara detail jika ingin merencanakan pembangunan. Pihak yang akan hadir untuk membantu kita dalam proyek pembangunan jika dibutuhkan ialah kontraktor.
Jika ingin menggunkan jasa kontraktor maka akan diperlukan budget atau biaya tambahan, supaya pengerjaan proyek pembanguunan dapat dikerjakan dengan lebih terstruktur dengan hasil lebih memuaskan. Hasil yang lebih memuaskan tersebut dikarenakan dalam mengerjakan tugasnya, para kontraktor dalam menyelesaikan proyek pembangunan akan mengerjakan nya secara terspesialisasi.
Di Indonesia sendiri, kontrektor adalah salah satu profesi yang sangat penting dalam pembangunan infrastruktur di jalanan, gedung, gudang, renovasi gedung atau rumah, dan lain sebagainya. Beberapa infrastruktur yang dibangun oleh kontraktor biasanya akan mendukung kemudahan hidup bagi masyarakat.
Untuk lebih jelas dalam memahami hal-hal tentang kontraktor, mari simak penjelasnya berikut ini.
Apa itu Kontraktor?
Jika diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, kontraktor diartikan sebagai pemborong atau anemer. Kontraktor memiliki definisi umum sebagai pihak yang bertanggung jawab melaksanakan semua atau beberapa bagian pekerjaan konstruksi. Kontraktor mempunyai tanggung jawab dalam menyediakan berbagai material, peralatan, tenaga kerja, hingga segala hal yang diperlukan dalam masalah pembangunan proyek. Biasanya jika sedang ada proyek maka kontraktor juga wajib untuk hadir dalam mengawasi pembangunan bangunan dan proyeknya.
Jika menurut bahasa, kontraktor itu sendiri berasal dari kata ‘kontrak’ yang berarti perjanjian secara tertulis antara dua pihak dalam perdagangan, sewa-menyewa, dan lain sebagainya. Hal tersebut juga berhubungan bahwa kontraktor mempunyai tugas memberikan keterampilan dan layanan kepada perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Pada saat menjalankan pekerjaannya, seorang kontraktor juga dibatasi dengan waktu penyelesaian, biaya, hingga berbagai hal terkait kontrak yang sudah terjalin.
Seorang kontraktor biasanya menerima proyek pekerjaan mereka dalam dua cara. Pertama, kontraktor dapat ditunjuk langsung oleh pemilik untuk melakukan pembangunan, dan kedua melalui lelang yang biasanya diadakan oleh pemilik. Penawar yang memenuhi kriteria pemilik dan menawarkan harga terbaik untuk produk berkualitas ini akan memenangkan lelang.
Dalam dunia kontraktor, ada beberapa istilah seperti kontraktor umum atau general kontraktor yang sering muncul, namun banyak orang yang masih bingung. Secara harfiah, kontraktor umum dan kontraktor umum adalah hal yang sama. Kontraktor umum atau kontraktor umum berarti kontraktor yang diberi wewenang oleh klien untuk berpartisipasi langsung dalam konstruksi pekerjaan. Singkatnya, kontraktor umum akan diotorisasi langsung oleh investor. Kontraktor umum dapat dikatakan sebagai kontraktor utama proyek, juga dikenal sebagai kontraktor utama proyek.
Tanggung Jawab Serta Tugas Kontraktor
Kontraktor tentunya memiliki beberapa tugas serta tanggung jawab utama yang harus dilakukan. tugas seorang kontraktor secara umum adalah menyelesaikan pembangunan dari pemilik kerjaan, sesuai dengan mutu, waktu, serta biaya yang sejak awal sudah disepakati bersama dengan sang pemilik proyek.
Pemilik proyek yang menggunakan jasa perusahaan kontruktor bisa berupa pribadi perorangan, badan hukum, bahkan dalam skala negara tergantung seberapa besar proyek pembangunan yang akan dilaksanakan tersebut.
Tugas dan tanggung jawab setiap kontraktor mungkin akan berbeda bergantung pada proyek yang sedang dijalankan. Tetapi, secara umum berikut ini adalah peran dan tanggung jawab dari kontraktor yang hampir selalu ada dalam setiap proyek yang dijalankan:
1. Merencanakan pengembangan dan implementasi proyek-proyek besar.
2. Menentukan kemudian mengestimasi berbagai aspek proyek, dari mulai bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
3. Mengantisipasi berbagai kemungkinan dalam perubahan proyek.
4. Memastikan spesifikasi kesehatan dan keselamatan pekerja kontraktor.
5. Menkoordinasikan semua pihak terkait dalam konstruksi sebagai klien dan subkontraktor.
6. Mengatur permasalahan syarat izin, hukum, dan berbagai peraturan lainnya.
Jenis-jenis Kontraktor
Profesi kontraktor tidak hanya terkait pembangunan rumah, jalan dan gedung-gedung bertingkat, namun lebih dari pada itu. Berikut ini adalah beberapa bidang usaha dan jenis kontraktor.
1. Bidang arsitektural
Di Indonesia, bidang arsitektural merupakan salah satu profesi kontraktor yang jasanya ramai digunakan oleh masyarakat umum. Pekerjaan kontraktor bidang arsitektural ini dapat meliputi bangunan berteknologi sederhana, teknologi menengah, hingga tinggi, serta arsitektur interior, lanskap, dan perawatannya. Bahkan, sering kali bidang arsitektural juga mencakup perawatan, lanskap, serta interior properti.
2. Bidang Sipil
Kontraktor di bidang pekerjaan sipil biasanya meliputi banyak pekerjaan, di antaranya ialah pembuatan jembatan, jalan, jalan bawah tanah, terowongan, jalur kereta api, landasan pesawat, bendungan, jaringan pengairan, hingga saluran drainase. Bukan hanya itu, beberapa tugas jasa kontraktor di bidang pekerjaan sipil juga dapat meliputi pembuatan Pelabuhan, struktur bangunan gedung, konstruksi pabrik, tambang beserta perawatannya, hingga penghancuran bangunan.
3. Bidang Tata Lingkungan
Bidang pekerjaan tata lingkungan akan mengurusi masalah-masalah yang berhubungan dengan rencana penataan perkotaan, seperti analisis dampak lingkungan, bangunan pengolahan air bersih, serta pengolahan limbah dan lain sebagainya. Hal-hal lain seperti pengembangan wilayah, perpipaan lembah beserta perawatannya akan diperhatikan kontraktor bidang tata lingkungan.
4. Bidang Elektrikal
Jasa kontraktor bidang elektrikal meliputi masalah-masalah kelistrikan. Beberapa tanggung jawab kontraktor di bidang elektrikal di antaranya adalah instalasi pembangkit, instalasi listrik, penangkal petir, jaringan transmisi dan distribusi, sinyal, telekomunikasi kereta api, telekomunikasi dan sarana bantu navigasi untuk udara dan laut, serta bangunan untuk pemancar radio.
5. Bidang Mekanikal
Kontraktor bidang mekanikal akan bertanggung jawab mengenai hal yang berhunungan dengan mekanik. Beberapa pekerjaan kontraktor di bidang ini di antaranya ialah instalasi industri, instalasi AC, instalasi minyak atau gas, konstruksi lift atau eskalator, dan perpipaan termasuk juga perawatannya.
Tips Memilih Kontraktor yang Baik
Jika ingin mencari kontraktor yang jujur dan baik merupakan hal yang penting. Pada saat ini, jasa kontraktor sudah tersedia dimana saja akan tetapi tidak semua bisa menjadikan pekerjaan menjadi efektif. Berikut ini beberpa hal yang akan membantumu dalam mempertimbangkan kontraktor yang akan dipilih.
1. Terdapat Identitas dan Kontak yang Jelas
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih kontraktor adalah memilih mereka yang memiliki identitas yang jelas. Hal itu dikarenakan sebuah perusahaan kontraktor professional sudah pasti memiliki identitas yang jelas. Untuk identitas tersebut dapat meliputi legalitas perusahaan, kontak yang jelas dan mudah untuk dihubungi, serta alamat kantor dan perusahaan yang mudah diakses. Jika ada beberapa perusahaan kontraktor yang tidak memiliki identitas yang jelas sebaiknya dipertimbangkan kembali untuk diperkerjakan dalam sebuah proyek.
2. Rekam Jejak dan Portofolio Dapat Dilacak
Selain dari identitas, sebuah perusahaan kontraktor dapat diketahui tingkat profesionalnya dari segi rekam jejak dan protofolionya. Karena, rekam jejak dan portofolio sebuah perusahaan kontraktor adalah cerminan dari hasil kerjanya dan klien yang pernah menggunakan jasanya. Jika banyak klien yang puas memakai jasa kontraktor tersebut, maka perusahaan kontraktor tersebut layak dijadikan pilihan dan dipertimbangkan lebih jauh.
3. Perhitungan Harga yang Transparan
Cara selanjutnya untuk menemukan kontraktor yang baik adalah dengan melihat transparansi dari segi biaya. Harga yang ditawarkan dari perusahaan kontraktor merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan. Jangan pernah tergiur oleh harga yang miring atau murah. Pastikan untuk meminta detail mengenai harga yang ditawarkan sebelum menggunakan jasa kontraktor tersebut. Gunakanlah kontraktor yang menyediakan harga layanan jasa yang sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Jika harga dan kualitas yang diberikan dirasa masuk akal, maka jasa kontraktor tersebut dapat dipertimbangkan untuk digunakan.
4. Mengutamakan Keselamatan Kerja
Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah apakah perusahaan kontraktor tersebut mengutamakan keselamatan para pekerjanya. Hal tersebut tidak boleh dianggap sebelah mata, pasalnya kontraktor yang profesional tentu saja akan memprioritaskan keselamatan pekerjanya di lokasi proyek. Untuk mengetahui hal tersebut, kamu dapat melihat dari segi cara layanan perusahaan kontraktor tersebut menyediakan perlengkapan kerja, fasilitas tempat tinggal yang layak, makanan dan minuman yang cukup, serta lingkungan kerja yang aman.
8 August 2022
Memahami Tentang Apa Itu Desain Interior: Pengertian, Sejarah, Tujuan, Dan Ruang Lingkup
Secara singkat, desain interior adalah salah satu cabang dari bidang keilmuan seni rupa yang berfokus pada perancangan ruangan dan berbagai elemen-elemennya di dalam suatu bangunan. Namun, tak sedikit orang yang masih bingung dan menyamakan desain interior dengan dekorasi interior. Padahal memilih dan mencocokkan dekorasi hanyalah bagian kecil dari bidang keilmuan desain interior. Agar tidak salah lagi mengartikan dan apa saja yang dilakukan pada bidang studi ini, mari simak ulasannya berikut ini.
Pengertian Desain Interior
Desain interior adalah sebuah proses penyusunan dan penciptaan elemen atau unsur interior hingga menjadi satu kesatuan dan saling berhubungan antara satu elemen dengan elemen yang lainnya. Tujuannya agar tercapai aspek estetis, kenyamanan, dan keamanan pada ruangan di suatu bangunan.
Pengertian dari desain interior tersebut atas diperkuat oleh pernyataan Suptandar (1995, hlm. 11) yang menyatakan bahwa desain interior adalah ilmu atau cara pengaturan ruangan agar persyaratan untuk mendapatkan kepuasan, keamanan, dan kenyamanan pada kebutuhan fisik maupun spiritual bagi pemakainya dapat terpenuhi tanpa mengabaikan faktor estetikanya.
Pengertian Desain Interior Berdasarkan Makna Kata
Jika makna leksikal atau kata dari definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia, tentunya desain interior terdiri dari dua kata, yaitu “desain” dan “interior”. Dalam KBBI desain memiliki arti “kerangka bentuk; rancangan”, jadi desain adalah kegiatan merancang suatu rancangan. Sedangkan Interior sendiri dalam KBBI berarti bagian dalam gedung (ruang dan sebagainya) atau tatanan perabot (hiasan dan sebagainya) di dalam ruang dalam gedung dan lain sebagainya.
Jadi berdasarkan makna katanya, dapat disimpulkan jika desain interior adalah perancangan bagian dalam gedung sebelum benar-benar akan dibuat, supaya bagian dalam gedung berfungsi dengan baik dan sekaligus memiliki tampilan yang menarik.
Pengertian Desain Interior Menurut Para Ahli
Agar pemahaman tentang desain interior semakin mendalam, ada baiknya untuk mengetahui pengertiannya dari para akademisi atau ahli yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa pendapat para akademisi atau ahli mengenai pengertian desain interior.
1. D.K. Ching
D.K. Ching menjelaskan bahwa desain interior adalah proses merencanakan, merancang, dan menata ruang di sebuah bangunan agar dapat berfungsi memenuhi kebutuhan fasilitas atau sarana bernaung sekaligus berlindung bagi penghuninya. Ching juga menjelaskan bahwa desain interior merupakan proses untuk mewujudkan kondisi ruang yang memiliki fungsi untuk menentukan dan juga mengatur aktivitas, mengekspresikan ide, penampilan, tindakan, kepribadian, dan perasaan, serta memelihara aspirasi.
2. Alexander C
Jika menurut Alexander C, yang dimaksud dengan desain interior adalah elemen atau komponen fisik yang pas pada sebuah struktur fisik.
3. Dodsworth
Sedangkan menurut Dodsworth, desain interior memiliki tujuan untuk menjadikan manusia sebagai pengguna ruang mampu beraktivitas secara efektif dan merasa lebih nyaman di ruangan tersebut.
Sejarah Dari Desain Interior
Mirip seperti seni rupa, sejarah desain juga sangat bergantung pada peninggalan-peninggalan artefak yang berkaitan dengan desain interior. Hal ini juga berlaku untuk desain interior. Berdasarkan artefak yang ditemukan, dapat diketahui kalau setiap kebudayaan memiliki pola perkembangan desain interior yang berbeda. Setiap peradaban mengembangkan gaya furnitur dan dekorasi ruangang yang berbeda berdasarkan budaya dan ketersediaan material di wilayah geografis masing-masing.
1. Perkembangan Interior di Mesir, Yunani dan Romawi Kuno
Salah satu peradaban tertua yang telah lama mempraktikkan desain interior adalah peradaban Mesir kuno. Oleh karena itu, kita dapat menelusuri perkembangan peradaban Mesir kuno dan mengetahui sejarah perkembangan desain interior. Banyak tradisi seni berasal dari Mesir karena orang Mesir kuno memiliki keahlian tinggi. Masyarakat Mesir mampu menciptakan berbagai artefak yang estetis, bahkan dengan peralatan yang cukup terbatas.
Furnitur parket adalah penemuan berharga yang ditemukan oleh orang Mesir kuno. Penemuan ini masih digunakan sampai sekarang. Selain itu, Mesir adalah penenun yang andal dan pembuat furnitur utama, secara historis menggunakan sambungan struktural yang umum bahkan hingga hari ini. B.: Struktur pas, duri dan duri. (Aronson, 1965, hal. 312).
Selain Mesir, budaya kuno yang bisa menjadi pencetus desain interior adalah Yunani kuno, yang bangunan kunonya menekankan candi dan bangunan umum (common property) dengan fungsi religi. Selanjutnya, orang Romawi, kebalikan dari orang Yunani, terkenal dengan bangunan dan interior mereka yang lebih bermanfaat untuk kepentingan duniawi mereka.
2. Perkembangan Interior Dari Zaman Renaisans
Perkembangan besar dalam sejarah desain interior juga dapat dilihat selama Renaissance Italia, ketika semua aktivitas artistik mencapai puncaknya. Perkembangan seni rupa selama periode ini terutama ditopang oleh kekayaan kaum bangsawan dan penguasa (Wealle, 1982, hlm. 215).
Dalam penelitiannya tentang sejarah desain, Axel von Sardem (1987) menemukan bahwa pada akhir abad ke-16 di Italia terdapat istilah designo esterno, yang memiliki arti pekerjaan yang telah selesai. Diyakini bahwa sejarah desain interior dimulai sekitar waktu ini, karena desain interior dan dekorasi interior mulai memainkan peran khusus sekitar waktu ini.
Elemen-elemen Penting Pada Penciptaan Desain Interior
Untuk pemahaman lebih lanjut, mengetahui elemen atau unsur dasar yang membentuk interior adalah hal utama yang perlu diketahui. Mengetahui unsur pembentuk juga berarti mengetahui juga hal apa saja yang dapat dirancang dan diperhatikan untuk membuat desain interior yang baik.
Karena desain interior adalah salah satu cabang dari ilmu seni rupa, maka elemen-elemennya serupa dari elemen seni rupa juga dapat ditemukan, seperti garis, titik, warna, tekstur, ruang, bidang, dan lain sebagainya. Namun desain interior memiliki elemen yang unik dan spesifik yang harus diperhatikan pada saat merancangnya. Beberapa elemen unik dari desain interior tersebut akan dijabarkan berikut ini.
1. Lantai
Sebagai batas bagian bawah interior ruang dan terbentang secara mendatar atau horizontal, terdapat beragam treatment yang bisa diaplikasikan pada lantai. Beberapa di antaranya adalah jenis material, pengaplikasian bentuk, dan perbedaan tinggi pada lantai.
2. Dinding
Dinding adalah unsur interior yang menjadi sekat pada ruang. Membentang vertikal, dinding biasanya menjadi bidang yang paling dominan dari sebuah ruang. Dinding bisa diaplikasikan dengan sejumlah material pembentuk, material finishing, pencahayaan, dan lain sebagainya.
3. Langit-Langit atau Ceiling
Menjadi pembatas pada bagian atas ruang, langit-langit atau ceiling secara umum tak terlalu diperhatikan oleh orang awam. Namun, melalui perancangan yang unik, ceiling ini dapat menciptakan efek yang jauh lebih baik. Modifikasi langit-langit bisa dilakukan melalui penggunaan jenis material, perbedaan ketinggian, serta varian bentuk.
4. Elemen Estetis
Elemen estetis pada desain interior mengacu pada prinsip desain. Sebagai contoh, proporsi, keseimbangan, skala dan juga kesatuan ruang. Pemakaian benda seni dan bernilai estetis juga perlu dilakukan agar elemen ini dapat tercipta.
5. Elemen Bukaan
Maksud dari elemen bukaan pada interior ruang ini adalah pintu, ventilasi, dan jendela. Melalui desain bukaan yang apik, sirkulasi udara pada ruang akan terjaga. Dengan begitu, ruangan menjadi lebih nyaman juga sehat untuk ditinggali.
6. Elemen Cahaya
Elemen cahaya dapat diaplikasikan agar ambience ruang dapat terbentuk sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Tak harus terang, ruangan harus memiliki pencahayaan dengan intensitas yang cukup. Bila perlu, berikan opsi pengontrol cahaya agar ruangan mampu memberikan kebutuhan penerangan yang pas.
Ruang Lingkup Profesi Desain Interior
Tugas dan jangkauan dari pekerjaan desainer interior meliputi perancangan furnitur dan asesoris ruangan lainnya, bukan hanya memilih dan mencocokannya saja seperti dekorator interior. Berikut ini adalah beberapa ruang lingkup dari pekerjaan desain interior.
1. Merancang bentuk perabot furnitur dengan pertimbangan egonomi, fungsi, gaya, keawetan finishing, kestabilan struktural dalam penggunaan, memilih rel laci, engsel dan handel yang tepat, serta penentuan penggunaan bahan dan penempatan dalam ruang.
2. Menentukan tipe dan gaya jendela atau daun penutup lain yang tepat berdasarkan pengendalian cahaya dan sinar matahari , privasi, anti api, perlengkapan akustik dan sistem pengontrolnya.
3. Memilih bentuk dan metode yang tepat dalam penempatan benda seni atau dekorasi dan memastikan bahwa benda tersebut tidak akan jatuh atau melukai seseorang.
4. Memilih jenis pelapis dinding yang tepat berdasarkan aspek keindahan, keawetan, fungsi akustik, kemudahan dalam pembersihan, keamanan dari api, dan memastikan bahwa wall finishes yang digunakan tidak menimbulkan alergi atau beracun.
5. Memilih jenis tanaman yang seseuai dan memastikan bahwa tanaman yang dipilih tidak memiliki bau yang kuat atau beracun yang membahayakan manusia terutama untuk anak-anak.
6. Menggambarkan rencana ruang dan menunjukkan letak perabot yang sesuai dengan keinginan klien maupun persyaratan aksesibilitas ruang.
7. Memilih jenis dan bentuk lampu berdasarkan fungsi dan kesan yang diinginkan, menggambarkan dan menunjukkan lokasi penempatan lampu berserta pengontrolannya.
8. Menentukan bahan, bentuk, warna dan pola lantai yang tepat berdasarkan fungsi dan kesan yang diinginkan. Unsur fungsi yang harus diperhatikan meliputi ketahanan terhadap api, kemampuan meredam suara dan keamanan (tidak licin).
Tujuan desain interior
Dilihat dari pencapaian yang ingin diraih, tujuan desain interior amatlah sederhana. Beberapa tujuan dari desain interior tersebut meliputi beberapa poin di bawah ini.
1. Memperbaiki fungsi
2. Memperkaya nilai estetika
3. Meningkatkan aspek psikologis dari sebuah ruangan
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari desain interior tidak hanya memperindah suatu ruangan saja, namun juga memperbaiki atau memastikan fungsi setiap elemen interior dapat berjalan dengan baik, serta meningkatkan aspek psikologisnya pula dari setiap ruangan yang dirancang.
Jangan Remehkan Desain Interior Demi Dapatkan Hunian yang Nyaman
Itulah sekilas penjelasan mengenai apa itu desain interior, sejarah, dan elemen penting di dalamnya. Desain interior ini memang sudah seharusnya dipertimbangkan dengan matang agar ruang pada sebuah bangunan mampu memperbaiki fungsinya, memperkaya nilai estetis, dan menumbuhkan aspek psikologis di dalamnya.
Oleh karena itu, jangan remehkan peran desain interior demi dapatkan hunian yang nyaman dan mampu memberikan segala kebutuhan penghuninya.
8 August 2022
Pengertian Dan Jenis Komponen Struktur Bangunan
Membangun sebuah hunian tentu perlu banyak pertimbangan serta perhitungan. Dan pada tiap bangunan atau hunian tentu harus terdapat struktur yang menopang. Sebelum membangun bangunan, ada baiknya untuk mengetahui seluk beluk bangunan mulai dari gambar dan jenis struktur bangunan hingga komponen apa saja yang harus ada di dalamnya karena dalam proses pembangunan harus terdapat perencanaan yang matang guna untuk memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pada bangunan.
Secara harfiah, struktur bangunan dapat diartikan sebagai bagian-bagian yang membentuk berdirinya sebuah bangunan, mulai dari pondasi, sloof, dinding, kolom, ring, kuda-kuda, hingga atap. Fungsi utama dari struktur bangunan sebenarnya untuk mendukung keberdaan elemen-elemen konstruksi lain, seperti interior, arsitektur bangunan, hingga membentuk suatu kesatuan. Namun, dalam membangun sebuah bangunan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, terutama untuk bangunan yang bertingkat tinggi sangatlah diperlukan perencanaan pembangunan dengan struktur yang baik dan bertitik pada standar yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah. Pembangunan struktur pada peraturan pemerintah yaitu :
Standar Tata Cara Menghitung Struktur Beton No : SK SNI T-15-1991-03
Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung Tahun 1983
Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung Tahun 1983
Terdapat jenis struktur bangunan yang biasa diaplikasikan yaitu struktur atas dan struktur bawah. Namun, ada pula yang membagi struktur bangunan menjadi tiga jenis, yaitu struktur atas, struktur tengah dan struktur bawah.
Struktur bangunan atas merupakan seluruh komponen yangberada di atas tanah. Struktur bagian atas memiliki fungsi yaitu sebagai penopang bangunan dalam bentuk rangka, kuda-kuda atau balok.
Struktur bangunan tengah memiliki letak yang berada di antara tanah dan atap seperti dinding, kolom, dan juga ring. Bagian ini merupakan bagian yang dihuni oleh manusia.
Struktur bangunann bawah merupakan bagian-bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah. Struktur ini meliputi pondasi dan sloof (konstruksi beton bertulang). Bagian ini berfungsi untuk menahan seluruh beban bangunan yang berada di atasnya.
Bangunan yang lengkap tentu harus memiliki berbagai struktur yang melengkapi, sehingga terbentuklah suatu bangunan yang sempurna. Tiap komponen harus dipertimbangkan dalam pemilihannya oleh para arsitek. Berikut komponen-komponen yang terdapat dalam struktur bangunan :
Kolom
Kolom dapat diibaratkan sebagai kerangka manusia. Jadi, jika terdapat bagian yang rusak dan tidak memenuhi standar, maka akan mempengaruhi seluruh ketahanan tubuh. Struktur bangunan pada kolom terdiri dari besi dan beton. Kedua material ini memungkinkan kolom atau bagian struktur lain seperti sloof dan balok mampu menahan gaya tekan dan tarik bangunan.
Fondasi
Fondasi merupakan dasar bangunan yang kuat dan berada pada bawah permukaan tanah, fungsi dari fondasi adalah sebagai penopang beban bangunan yang berada di atasnya. Jika fondasinya kuat, maka bangunan yang berdiri tidak akan mudah roboh.
Struktur basemen
Biasanya, hanya bangunan tinggi dan besar yang umumnya memiliki basemen. Dalam bangunan sendiri, basemen difungsikan sebagai alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan. Dalam pembuatannya, galian basemen harus diperhatikan dengan baik karena perannya cukup krusial. Metode galian struktur basemen umumnya terdiri dari open cut, cantilever, angker dan strut.
Galian tanah
Galian tanah nantinya akan langsung terhubung dengan bagian-bagian yang penting di tanah seperti adanya bekas pondasi bangunan lama dan akar-akar pohon. Jika pada galian terdapat saluran air, pipa pembuangan, kabel listrik, telepon maka secepatnya dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Pengerjaan ini biasanya diserakan ke bagian kontraktor karena segala kerusakan yang terjadi pada pengerjaan galian tanah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
Balok
Jika kolom merupakan rangka penguat vertical, maka balok merupakan rangka penguat horizontal. Balok berfungsi untuk pengikat kolom dan duudukan untuk lantai atas dan atap. Sama seperti kolom, balok juga terbuat dari besi dan beton.
Tangga
Tangga merupakan penghubung antara lantai satu dengan yang lainnya. Tangga biasanya terdiri dari komponen berupa plat, borders, dan anak tangga. Tangga juga memiliki beberapa tipe yakni tangga membentang horizontal, tangga spiral, tangga melayang, dan tangga terjepit sebelah yang bertumpuk pada balok tengah.
Plat lantai
Plat lantai disebut juga sebagai lantai tingkat yang letaknya tidak berada di atas tanah langsung. Plat lantai biasanya disusun dari balok-balok yang bertumpu pada kolom bangunan. Bahan plat lantai cukup bervariasi, mulai dari kayu, beton, maupun semen. Untuk saat ini, hampir seluruh gedung menggunakan plat lantai dari beton bertulang karena dapat menahan beban tarik dari beban tekan.
Atap
Atap merupakan komponen utama dari struktur bangunan yang menutup atas bangunan. Pembuatan atap biasanya menyesuaikan dengan daerah tempat tinggal. Pembuatan atap harus merencanakan beberapa hal seperti luas area, bentuk dan konstruksi yang diingiinkan, serta lapisan penutupnya.
25 April 2022
Mengenal Lebih Jauh Tentang Konstruksi Bangunan
Konstruksi bangunan terdiri dari dua kata yaitu konstruksi serta bangunan dan memiliki artinya tersendiri pada masing-masing kata. Konstruksi (construction) memiliki arti yaitu membangun, sedangkan bangunan memilliki arti yaitu suatu benda yang dibangun atau didirikan untuk kepentingan manusia dengan tujuan, biaya, dan waktu tertentu. Dengan begitu, konstruksi bangunan dapat diartikan sebagai sebuah cara atau Teknik untuk mendirikan objek bangunan agar sesuai dengan syarat yaitu kuat, indah, awet, ekonomis, dan fungsional.
Konstruksi juga dapat didefinisikan sebagai susunan model dan atau tata letak suatu bangunan seperti jembatan, rumah, dan sebagainya. Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai satu pekerjaan, namun kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda. Bangunan dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok yaitu :
Bangunan Gedung (kantor, rumah sakit, hotel, rumah, dan lain sebagainya)
Bangunan transportasi (jalan, jembatan, rel kereta api, terminal, Pelabuhan, lapangan, dan lain sebagainya)
Bangunan air (bendungan, saluran imigrasi, saluran drainase, dan lain sebagainya)
Bangunan khusus (Menara listrik, Menara pemancar radio, dan lain sebagainya)
Pada umumnya, konstruksi bangunan memiliki lima syarat utama, yaitu sebagai berikut :
Kuat dan awet syarat ini memiliki arti yaitu tidak mudah rusak sehingga biaya pemeliharaan relative menjadi lebih murah
Fungsional, yang artinya bentuk, ukuran, dan organisasi ruangan memenuhi kebutuhan sesuai dengan fungsinya.
Indah, yang artinya memiliki bentuk yang enak dipandang mata
Higienis memiliki arti sirkulasi udara dan cahaya yang cukup sehingga membuat penghuninya merasa nyaman.
Ekonomis artinya tidak terdapat pemborosa sehingga pembiayaan menjadi relative efisien dan efektif.
Konstruksi pada bangunan terbagi menjadi dua jenis yaitu konstruksi atas dan konstruksi bawah pada bangunan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya :
Konstruksi bagian bawah
Konstruksi bawah merupakan konstruksi pertama yang dibangun walau nantinya konstruksi pada bagian ini tidak terlihat dari luar. Konstruksi ini merupakan peranan penting teerutama dari segi kekuatan karena bagian bwah bangunan berfungsi sebagai penopang beban. Oleh karena itu, perencanaan dalam pembuatan konstruksi bagian bawah harus terperinci dan matang, penghitungannya pun juga harus tepat. Selain itu, bahan yang digunakan juga harus sesuai dengan standarnya. Terdapat beberapa konstruksi bagian bawah bangunan yaitu :
Pondasi
Pondasi pada dasarnya berada di dalam tanah, sedangkan badan dari pondasi beberapa terletak beberapa sentimeter dari permukaan tanah. Pondasi memiliki fungsi sebagai penopang beban bangunan secara keseluruhan. Oleh karena itu, jika bangunan semakin tinggi, maka pondasinya harus dibuat semakin kuat. Jenis pondasi perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan bangunan agar dapat menjadi pondasi yang kuat dan tepat.
Sloof (Sloop)
Sloop merupakan struktur beton yang berada pada atas pondasi. Fungsi sloop adalah untuk menahan beban dari bagian atas pondasi serta mendistribusikan beban itu ke seluruh pondasi. Jika beban terpusat pada satu titik, maka bangunan dapat lebih mudah rusak karena tidak stabil. Maka dari itu, pada tiap bangunan pasti membutuhkan sloop yang kokoh. Selain itu, sloop juga berfungsi sebagai pengunci dinding dan kolom agar tidak roboh jika terjadi pergerakan tanah.
Konstruksi bagian atas
Konstruksi bagian atas saangat berbeda dengan konstruksi bagian bawah karena konstruksi bagian atas jelas terlihat dari luar. Konstruksi ini meliputi bagian kolom, balok, hingga ke rangka bagian atap. Sama seperti konstruksi bawah, konstruksi atas juga harus tetap kuat. Bahan yang digunakan juga harus sesuai dengan spesifikasi dan tentunya marerial untuk bangunan tinggi jelas berbeda.
Kolom
Kolom adalah bagian konstruksi bangunan berupa batang vertikal yang menyokong beban dari bagian atas. Kolom berfungsi mendistribusikan berat beban bangunan beserta semua hal yang ada di dalamnya dan menimpanya, seperti perabotan, manusia, hingga tekanan angin. Kolom menjadi perantara penyaluran beban dari bagian atas rumah ke fondasi.
Balok
Balok lintel adalah bagian konstruksi bangunan yang dibangun di bagian atas struktur konstruksi jendela dan pintu. Balok lintel berfungsi menghalangi beban tembok agar tidak secara langsung menekan kusen. Dengan demikian, kusen akan menjadi lebih awet dan tidak melengkung. Balok lintel juga dapat membantu menahan kusen agar tetap berdiri ketika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.
Rangka Atap
Struktur konstruksi bangunan satu ini berfungsi menjadi penahan struktur atap seperti reng, usuk, dan genteng agar tetap stabil. Rangka atap umumnya terbuat dari bahan kayu dan baja ringan.
Plat Lantai
Lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, melainkan lantai tingkat pembatas antara tingkat yang satu dengan tingkat yang lain. Plat lantai ini didukung oleh balok-balok yang bertumpu pada kolom bangunan.
20 April 2022
Mengenal Lebih Jauh Manajemen Proyek
Manajemen proyek menjadi salah satu hal yang penting dalam industry konstruksi karena melibatkan banyak proses yaitu mulai dari perencanaan, penganggaran, penjadwalan, persiapan mater, dan masih banyak lagi. Dalam menyelesaikan sebuah proyek, hal utama yang perlu diperhatikan adalah manajemen waktu dan sumber daya yang dibutuhkan. Sehingga, setiap kebutuhan dapat terencana dengan baik dan terstruktur. Salah satu cara untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menerapkan strategi manajemen proyek yang optimal.
Manajemen proyek terdiri dari dua suku kata yaitu manajemen dan proyek, yang tiap kata memiliki artinya masing-masing. Manajemen meruakan suatu proses untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga tujuan tersebut dapat tercapai secara efisien dan tepat.
Sedangkan proyek merupakan upaya sementara yang dilakukan dalam suatu industry untuk menciptakan sebuah produk, layanan, atau hasil yang unik. Sebuah proyek bersifat sementara karena memiliki awal dan akhir waktu yang pas. Karenanya, menentukan lingkup dan sumber daya. Sebuah proyek bersifat unik karena bukan merupakan operasi yang rutin, tetapi merupakan serangkaian operasi khusus yang dirancang untuk mencapai satu tujuan. Jadi, tim proyek seringkali melibatkan orang – orang yang biasanya tidak bekerja bersama, kadang – kadang dari organisasi yang berbeda.
Manajemen proyek memiliki sasaran yaitu adalah sebagai berikut :
Menyelesaikan dan mengembangkan proyek sesuai dengan anggaran biaya dan tenggat waktu yang telah ditentukan sekaligus dalam kualitas atau spesifikasi sesuai dengan yang telaah di sepakati di awal.
Meningkatkan nama baik pelaksana proyek berdasarkaan kualitas hasil proyek.
Menciptakan suasana kerja konndusif untuk mendukung kelancaran aktivitas proyek. Hal ini meliputi ketersediaan keadaan, sarana prasarana, dan keseelamatan kerja
Menjaga keharmonisan antar pihak dalam proyek ssehingga seluruh pihak terlibat akan memberikan yang terbaik untuk proyek yang sedang dilaksanakan.
Manajemen proyek tentunya dilakukan karena perusahaan ingin mencapai tujuan tertentu yang mampu memberikan dampak positif. Bila dirincikan, tujuan manajemen proyek adalah sebagai berikut :
Menyelesaikan tugas tepat waktu
Manajemen waktu sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap stakeholder. Pengelolaan waktu yang baik dapat meningkatkan ketercapaian produktivitas kerja, serta mampu mendukung penyelesaian suatu proyek menjadi lebih efektif dan efisien.
Menjaga kualitas dan integrasi
Untuk mencapai goals atau objektif, maka setiap divisi perlu menjaga kualitas kerja dan efisiensi tingkat sumber daya yang digunakan.
Manajemen anggaran
Kpengelolaan dana atau biaya anggaran sangat penting untuk diketahui lebih awal, agar manajemen proyek yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik dan transparan. Lalu, dapat memnentukan jumlah alokasi anggaran seminimal mungkin. Akan tetapi masih dapat mendukung kriteria proyek yang telah ditetapkan sebelumnnya.
Memaksimalkan potensi tim
Menjaga dan meningkatkan kualitas tim merupakan salah satu parameter penting untuk mencapai tujuan dari manajemen proyek secara maksimal. Dengan adanya sistem tersebut, maka mampu membuat perencanaan yang baik dan dapat mengelola sebuah proyek secara optimal.
Mengatasi resiko
Dalam pelaksanaannya, suatu project pasti melewati proses trial dan error. Namun, melalui penerapan manajemen proyek, resiko akan bisa dengan lebih mudah untuk ditangani.
Menyusun perencanaan dengan tepat
rancangan perencanaan proyek tersebut merincikan seluruh operasional dari tahap pertama hingga penyelesaian yang mengoptimalkan kualitas serta kapabilitas sumber daya. Sehingga klien tidak perlu khawatir dengan seluruh rencana yang pastinya dibuat sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan.
19 April 2022
Mengenal Lebih Jauh Manajemen Konstruksi
Dalam suatu manajemen proyek, manajemen konstruksi memiliki peranan yang sangat krusial. Berhasil atau tidaknya sebuah proyek itu bergantung pada manajemen konstruksi yang mengelola berbagai sumber daya yang dibutuhkan. Dalam industry konstruksi, manajemen konstruksi adalah suatu ilmu manajemen yang nantinya dapat memberikan layanan bagi setiap divisi dengan baik dalam menyelesaikan proyek.
Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai perpaduan ilmu teknologi industry konstruksi danseni yang mengatur atau manajemen dalam proses pembangunan sebuah gedung dengan menggunakan sumber daya dan waktu yang seefektif mungkin. Jadi, manajemen proyek konstruksi merupakan proses dari penerapan fungsi manajemen secara terukur dan sistematis yang memanfaatkan sumber daya dan waktu secara efektif. Selain itu, untuk mengoptimalkan mencapai tujuan maka dapat dilengkapi dengan analisis SWOT.
Tujuan dari manajemen konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang optimal dan sesuai dengan kesepakatan dan persyaratan. Selain itu, terdapaat tujuan lain dari manajemen konstruksi adalah sebagai beriikut :
Pengelolaan biaya
Mengatur biaya agar hemat serta tepat sasaran meupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh tim manajemen konstruksi pada tiap proyeknya. Dengan sistem manajemen konstruksi yang baik, maka pengelolaan biaya proyek dapat sesuai dengan yang telah dianggarkan dan mencegah terjadinya pengeluaran yang tidak perlu.
Pengelolaan waktu
Pengelolaan waktu yang baik juga menjadi hal yang sangat penting dalam suatu proyek pembangunan. Pengaturan alur kerja, jenjang komunikasi, serta pelaksanaan yang terjadwal akan dapat membuat proses kerja sesuai dengan yang ditetapkan.
Pengelolaan kualitas
Sistem manajemen konstruksi juga bertujuan agar kualitas pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, kualitas yang dimaksud adalah hasil kerja suatu proyek pembangunan, baik dari sisi tampilan maupun kekuatan struktur bangunannya.
Pengelolaan resiko
Dalam setiap proyek pembangunan pasti memiliki resiko sesuai dengan tingkat kesulitan pekerjaannya. Sistem manajemen konstruksi dibuat dengan tujuan agar dapat mengidentifikasi, menganalisis, memperkirakan, dan pencegahan terhadap setiap resiko yang mungkin akan timbul.
Pengelolaan SDM
Manajemen sumber daya manusia berhubungan dengan fungsi yang mengarahkan tenaga kerja selama proses pembangunan. Hal ini mencakup pengadaan SDM, jenjang komunikasi dalam proyek, dan lain sebagainya.
Selain itu, manajemen konstruksi juga memiliki peran yang sudah terbagi menjadi 4, yaitu :
Agency Construction Management (ACM)
Pada sistem ini, konsultan manajemen konstruksi mendapat tugas dari pihak pemilik dan berfungsi sebagai coordinator penghubung atau interface antara perancangan dan pelaksanaan serta antar para kontraktor. Konsultan manajemen dapat dilibatkan mulai dari fase perencanaan namun tidak menjamin waktu penyelesaian proyek, biaya total serta mutu bangunann. Pihak pemilik mengadakan ikatan kontrak langsung dengan beberapa kontraktor sesuai dengan paket pekerjaan yang telah disiapkan.
Extended Service Construction Management (ESCM)
Jasa konnsultan manajemen konstruksi dapat diberikan oleh pihak perencana atau pihak kontraktor. Apabila perencana melakukan jasa manajemen konstruksi, maka akan terjadi konflik karena peninjauan terhadap proses perancangan tersebut dilakukan oleh konsultan perencana itu sendiri sehingga hal ini akan menjadi suatu kelemahan sistem ini.
Owner Construction Management (OCM)
Dalam hal ini, pemilik mengembangkan bagian manajemen konstruksi professional yang bertanggungjawab terhadap manajemen proyek yang dilaksanakan.
Guaranteed Maximum Price Construction Management (GMPCM)
Konsultan ini bertindak lebih ke arah kontraktor umum daripada sebagai wakil pemilik. Konsultan GMPCM disini tidak melakukan pekerjaan konstruksi tetapi bertanggungjawab kepada pemilik mengenai waktu, biaya dan mutu. Jadi, dalam SPK atau kontrak konsultan GMPCM tipe ini bertindak sebagai pemberi kerja terhadap para kontraktor.
19 April 2022
Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Kontraktor
Dalam lingkup properti, kontraktor adalah pihak yang bertanggung jawab melaksanakan seluruh atau sebagian dari pekerjaan konstruksi. Kontraktor akan bertanggung jawab dengan menyediakan seluruh material, tenaga kerja, peralatan seperti Teknik dan perkakas, dan layanan yang diperlukan untuk pembangunan proyek.
Arti kata kontraktor berasal dari kata “kontrak” yang artinnya surat perjanjian atau kesepakatan kontrak bisa juga memiliki arti yaitu sewa. Istilah ini merujuk pada tenaga professional yang memberikan keterampilan atau layanan kepada perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Pekerjaan kontraktor biasanya dibatasi oleh waktu penyelesaian, biaya, dan hal – hal yang harus diselesaikan sesuai kontrak.
Untuk mendapatkan proyek, kontraktor dapat melakukan dengan du acara yaitu dengan ditunjuk secara langsung oleh pemilik proyek untuk mengerjakan pembangunan dan dapat juga melalui lelang yang diselenggarakan oleh pemilik proyek. Pemenang lelang disini memiliki arti kontraktor yang mengajukan harga terbaik dan produk yang berkualitas serta memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemilik proyek.
Terdapat beberapa jenis kontraktor yang umum dalam membantu dalam sebuah proyek, antara lain :
Bidang arsitektural yang mencakup dengan tekknologi sederhana, teknologi menengah, dan teknologi modern. Selain itu, terdapat arsitektur untuk bagian interior property, lanskap property, dan perawatan property.
Bidang pekerjaan sipil. Biasanya mengerjakan pembuatan jembatan, jalan, jalur kereta api, landasan pesawat, jalan bawah tanah, terowongan, bendungan, saluran drainase, dan jalur pengairan.
Bidang tata lingkungan mencakup rencana penataan kota, analisis dampak property pada lingkungan, teknik lingkungan, pengolahan air bersih dan limbah, juga perawatannya.
Bidang elektrikal yang berkaitan dengan kelistrikan, mulai dari instalasi pembangkit listrik, instalasi listrik, jaringan transmisi dan distribusi, sinyal, juga telekomunikasi.
Bidang mekanikal yang mencakup instalasi AC, instalasi industry, instalasi minyak atau gas, pembuatan lift dan escalator, pipa air, dan perawatannya.
Secara istilah, kontraktor merupakan orang yang menjalankan usaha di bidang jasa konstruksi. Oleh karena itu, seringkali banyak yang menyamakan kontraktor dengan pemborong. Jasa yang ditawarkan dapat berupa konsultasi konstruksi seperti pengkajian, perencanaan, pengawasan, dan manajemen penyelenggaraan konstruksi bangunan. Perbedaan antara kontraktor dan pemborong adalah terdapat pada sistem kerjanya. Sistem kerja kontraktor berdasarkan kontrak tertulis, sedangkan untuk pemborong bekerja berdasarkan perjanjian lisan saja. Selain itu, kontraktor selalu berbadan hukum, sedangkan pemborong tidak.
Kontraktor memiliki tugas antara lain adalah sebagai berikut :
Proses pengerjaan dan pelaksanaan konstruksi harus sesuai dengan rencana spesifikasi dan peraturan yang telah dituliskan dalam surat perjanjian. Dengan ini, maka pihak klien dapat terlindungi jika terjadi kesalahan atau ketidaksesuaian dari pihak kontraktor.
Membuat laporan kemajuan dari proyek yang sedang dikerjakan. Laporan ini dibuat dalam bentuk laporan harian, laporan mingguan, dan laporan bulanan serta ditujukan kepada pemilik proyek. Dalam isi laporan tersebut, dapat dilaporkan mengenai pelaksanaan pekerjaan, jumlah tenaga kerja, kemajuan proyek, dan adanya pengaruh cuaca pada saat proses pengerjaan.
Keterlaksanaan jadwal kerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga proses pengerjaaan bangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Melakukan penyediaan bahan atau material, tenaga kerja yang professional dan terampil serta tempat yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses pembangunan.
Dalam proses pengerjaan proyek, pihak kontraktor harus selalu menjaga seluruh peralatan yang digunakan agar tetap dalam kondisi yang layak sehingga dapat memperlancar proses pengerjaan proyek pembangunan.
18 April 2022