Scroll Down
Swipe Up

Our Blog

Apa Yang Harus Kita Ketahui Tentang Konstruksi Bangunan

Struktur bangunan adalah konstruksi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, termasuk namun tidak terbatas pada tempat tinggal, ruang sosial dan komunitas, kegiatan keagamaan atau tugu peringatan, pendidikan, ritel, dan perawatan kesehatan. Bangunan ini terdiri dari rangka baja dengan dinding prefabrikasi yang mudah dipasang. Dinding prefabrikasi sering dibuat dari panel insulasi untuk menjaga suhu di dalam bangunan. Baca artikel ini untuk mempelajari tentang konstruksi bangunan, bahan bangunan konstruksi, dan proses konstruksi bangunan yang digunakan dalam pembangunan. Apa Itu Bangunan Konstruksi Bangunan konstruksi merupakan bangunan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti tempat tinggal, ruang sosial dan komunitas, tempat ibadah atau monumen, pendidikan, ritel, serta perawatan kesehatan. Konstruksi bangunan dibangun dari rangka baja dengan dinding prefabricated yang mudah dipasang. Dinding prefabricated seringkali terbuat dari panel insulasi untuk melindungi dari kehilangan panas. berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang konstruksi bangunan, bahan bangunan konstruksi, serta proses konstruksi bangunan yang digunakan dalam pembangunan. Jenis Bangunan Konstruksi Terdapat empat variasi konstruksi bangunan. Yakni, bangunan bebas, bangunan sementara, bangunan permanen, dan bangunan yang awalnya sementara namun kemudian menjadi permanen. Bangunan bebas merupakan yang paling mudah didirikan dan memerlukan sedikit perencanaan. Bangunan sementara juga mudah dibangun, tetapi harus dipindahkan setelah jangka waktu tertentu. Bangunan permanen memiliki kegunaan jangka panjang dan sulit dihancurkan. Terakhir, bangunan yang awalnya sementara namun kemudian menjadi permanen memerlukan lebih banyak usaha dari pembangun untuk mempertahankannya karena digunakan untuk dua tujuan yang berbeda sekaligus. Ada bangunan prefabrikasi dan bangunan modular yang dapat dibangun dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan kontraktor. Jenis lain termasuk struktur rangka baja dan kayu, bangunan komersial, dan rumah tinggal. Struktur baja dibangun untuk proyek besar seperti jembatan, gedung perkantoran, dan pabrik. Struktur rangka kayu lebih murah tetapi bisa lebih berbahaya dalam kebakaran karena bangunannya terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Bangunan komersial menggunakan berbagai bahan seperti batu bata atau batu untuk membangun dinding eksterior. Rumah tinggal dibangun dengan kayu dan memiliki dinding luar yang terbuat dari batu bata atau batu. Ada banyak variasi konstruksi bangunan tergantung dari fungsi bangunan tersebut. Ini termasuk gedung perkantoran, gedung gudang, pusat distribusi, dan banyak lagi. Mereka dapat dibuat dari batu bata, beton, atau baja. Jenis yang paling umum adalah bangunan bata dan semen yang terbuat dari bahan seperti batu bata dan balok beton. Langkah Langkah Dalam Membangun Bangunan Proses pembangunan dimulai dengan gambar arsitektur. - Langkah pertama adalah survei lokasi. Pada tahap ini, dibutuhkan daftar rincian semua fakta seperti lokasi dan ukuran bangunan yang diusulkan. Seorang surveyor tanah kemudian menentukan titik di mana bangunan akan ditempatkan di atas tanah. Ini bisa dilakukan dengan memplot titik pada peta atau menggunakan GPS untuk menentukan koordinat. - Setelah itu, arsitek akan merancang bangunan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, seperti luas area dan jumlah lantai. Setelah desain selesai, akan dikirim ke insinyur struktur yang akan merencanakan cara terbaik untuk mendukung berat dan posisi bangunan di lokasi yang ditentukan. - Selanjutnya, kontraktor akan memesan semua bahan yang diperlukan seperti kayu, beton, dan balok baja sebelum memulai konstruksi di lokasi. Ada 4 tahap dalam pembangunan bangunan: 1. Tahap perencanaan - Meliputi persiapan lokasi 2. Tahap fondasi - Meliputi pengecoran pondasi atau pilar di tempat dan pembuatan kerangka untuk dinding beton cor atau pelat datar 3. Tahap rangkaian - Meliputi penempatan balok lantai atau kerangka atap untuk bangunan dari kayu atau logam berbingkai. 4. Tahap penyelesaian - Meliputi pemasangan penyelesaian pada permukaan dalam dan luar, pekerjaan penyelesaian, lemari, jendela, dan pintu. Kontraktor Bangunan Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai struktur bangunan dan cara terbaik untuk memperolehnya, Anda sebaiknya berbicara dengan kontraktor pembangunan. Mereka memiliki pengetahuan mendalam mengenai proses pembangunan. Selain itu, mereka dapat memberikan informasi mengenai biaya dan durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tertentu. Seorang kontraktor dibayar untuk pergi ke lokasi dan membangun struktur yang diperlukan. Terkadang, mereka akan bekerja dengan klien yang memiliki ide mengenai apa yang mereka inginkan. Di lain waktu, seorang arsitek memiliki rencana dan mempekerjakan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Tidak peduli untuk apa Anda menyewa mereka, sebuah kontrak harus dibuat untuk memastikan bahwa kedua belah pihak sepakat mengenai jadwal proyek dan perkiraan biaya. Pemilik harus mengadakan pertemuan dengan kontraktor untuk memastikan tidak adanya kesalahpahaman mengenai apa yang perlu dilakukan ketika pembangunan dimulai. Kontraktor pembangunan dapat menawarkan berbagai layanan kepada klien, termasuk manajemen proyek dan bantuan desain. Beberapa kontraktor bahkan dapat mengelola proyek dari awal hingga selesai tanpa klien harus membuat kontrak dengan perusahaan lain atau menyewa koordinator di lokasi. Perusahaan pembangunan biasanya menyediakan klien dengan arsitek dan insinyur berpengalaman yang akan bekerja sama dengan klien untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Para profesional ini biasanya lebih mahal daripada kontraktor umum, tetapi mereka dapat menghemat waktu dan kepala pusing klien karena klien tidak harus memastikan bahwa semua subkontraktor melakukan pekerjaan mereka sesuai dengan spesifikasi standar. Mereka dapat membantu dengan segala hal mulai dari membangun fondasi hingga memberikan sentuhan akhir. Ada banyak hal yang harus Anda ketahui Bahan Bangunan Pembangunan struktur dapat diwujudkan dengan berbagai macam bahan material, seperti kayu, besi, dan semen. Beberapa jenis bahan material yang digunakan dalam pembangunan struktur cenderung lebih mahal dibandingkan yang lainnya karena memiliki kekuatan yang lebih tinggi. Jenis struktur yang paling mahal cenderung menghasilkan ruangan yang lebih aman karena biasanya dilengkapi dengan isolasi yang lebih baik dan sistem pengontrolan kualitas udara. Struktur bangunan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, namun jenis yang paling umum digunakan untuk tempat tinggal. Bahan Dan Konstruksi Bangunan Pembangunan dan konstruksi adalah dua bidang yang sangat penting di seluruh dunia. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembangunan dan konstruksi harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan ancaman bencana alam dan faktor lainnya. Namun, apa perbedaan antara bahan konstruksi yang satu dengan yang lainnya? Misalnya, baja jauh lebih ringan daripada beton tetapi tidak memiliki daya tahan yang sama. Bahan konstruksi yang digunakan bervariasi tergantung pada proyeknya. Bangunan dapat dibangun dari baja dan beton, atau batu bata dan mortar. Jenis bahan yang digunakan tergantung pada jenis bangunan yang sedang dibangun. Sebagai contoh, struktur logam dibutuhkan untuk gudang industri, tetapi tidak untuk rumah tinggal. Selain jenis bahan, kualitas bahan konstruksi juga sangat penting. Sebuah bangunan dapat memiliki isolasi yang buruk jika terbuat dari bahan yang berkualitas rendah. Dalam tiga jenis bahan konstruksi: beton, baja, dan kayu. Beton digunakan untuk pondasi dan pelat. Baja sering digunakan pada balok, kolom, dan gelagar. Kayu populer digunakan di atap dan lantai, tetapi juga dapat digunakan di dinding interior. Bahan Yang Digunakan Untuk Membangun Rumah Mengenali materi terbaik untuk membangun rumah merupakan hal yang penting. Jenis materi yang paling umum digunakan adalah kayu, logam, dan plastik. Kayu memiliki kelebihan karena bisa didaur ulang dan tidak merusak lingkungan seperti halnya bahan bangunan lainnya. Logam sangat tahan lama namun harganya mahal dan bisa berkarat jika tidak dirawat dengan baik. Plastik ringan dan bisa diproduksi dengan berbagai bentuk dan warna sehingga cocok untuk menutupi dinding atau jendela di rumah. Materi yang dibutuhkan untuk membangun rumah berbeda-beda tergantung pada lokasi dimana rumah akan dibangun. Misalnya, di wilayah gurun, mungkin tidak banyak pohon kayu yang tersedia. Dalam situasi seperti ini, mungkin diperlukan mengimpor bahan bangunan dari tempat lain. Hal ini bisa membuat konstruksi menjadi lebih mahal dan memakan waktu lebih lama. Jika rumah dibangun di wilayah yang banyak pohonnya, maka biayanya akan lebih murah dan proses pembangunannya akan lebih cepat. Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Konstruksi 1. Buat Rencana Anggaran yang Realistis Anda mungkin merasa sangat antusias untuk memulai proyek konstruksi ini dan pemilik perusahaan juga sangat senang, namun cobalah untuk realistis dalam menyusun anggaran. Jika perusahaan Anda memiliki departemen keuangan, mereka akan membantu Anda dalam menyusun anggaran yang praktis untuk digunakan dalam proyek konstruksi komersial. Namun, jika perusahaan Anda tidak memiliki tim keuangan, maka luangkan waktu sebanyak mungkin untuk menghitung anggaran yang tidak akan merugikan bisnis Anda. 2. Memilih Tempat Hal ini sangat jelas, tetapi tempat mempengaruhi jenis proyek konstruksi yang dapat Anda bangun. Anda kemungkinan besar sudah memiliki tempat yang Anda inginkan untuk proyek konstruksi, tetapi pilihan tempat berjalan seiring dengan penganggaran dan zonasi. Meskipun Anda mungkin menginginkan bangunan tujuh tingkat dengan garasi bawah tanah, Anda mungkin tidak memiliki kewenangan untuk mewujudkan impian Anda. 3. Mendapatkan Perizinan Zona Setelah Anda menentukan lokasi yang tepat dan memiliki gambaran yang jelas tentang bangunan yang ingin Anda konstruksi secara legal di atas tanah tersebut, langkah selanjutnya adalah memperoleh perizinan zona. Persyaratan zona setempat menentukan jenis bangunan atau struktur apa saja yang dapat dibangun di atas lahan tersebut. Kode zona menentukan jenis struktur yang dapat dibangun di atas tanah yang telah Anda beli. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mempertimbangkan dengan cermat tanah mana yang akan Anda beli untuk proyek konstruksi Anda. 4. Pilih Tanggal Awal Hingga Tanggal Akhir Anda harus memprediksi kapan proyek akan selesai. Kapan seharusnya proyek konstruksi selesai? Apakah Anda berencana menggunakan gedung pada musim panas mendatang? Fokuslah pada tujuan akhir dari proyek. Jika Anda membutuhkan ruang kantor tambahan karena staf Anda semakin bertambah, maka Anda mungkin ingin proyek selesai lebih cepat. Namun, jika Anda tidak terlalu memperhatikan tanggal penyelesaian, ini akan memberikan lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk memastikan bangunan memiliki kualitas terbaik. 5. Pilihlah perusahaan konstruksi yang memiliki lisensi dan diasuransikan Memiliki lisensi dan asuransi dapat menghilangkan stres dan memastikan bahwa perusahaan konstruksi bertanggung jawab atas kerusakan, cacat, atau kelalaian. Untuk bangunan komersial, perusahaan konstruksi memerlukan lisensi konstruksi komersial. Setiap kontraktor yang bekerja pada proyek harus memiliki lisensi untuk layanan yang mereka berikan. Asuransi memberikan perlindungan finansial terhadap biaya pengeluaran dan menjaga aset Anda tetap aman. Perusahaan konstruksi harus memiliki asuransi untuk material, layanan mereka, dan kompensasi pekerja. Jika perusahaan konstruksi tidak menawarkan kompensasi pekerja, ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap pekerja mereka. Ini dapat menjadi indikator kualitas layanan dan etika perusahaan konstruksi. Kesimpulan Terdapat beragam jenis struktur bangunan yang dipakai untuk keperluan yang bervariasi. Penting untuk memilih jenis bangunan yang sesuai dengan kebutuhan Anda, serta memanfaatkan teknologi terbaru dan proses pembangunan konstruksi secara efisien dalam penggunaan energi. Kini, mendirikan bangunan baru lebih ramah lingkungan daripada merenovasi bangunan lama.

Penjelasan Pembangunan Berkelanjutan: Pilar, Jenis, Dampak, Tantangan, dan Manfaat

Dengan pertumbuhan populasi yang cepat, pembangunan ekonomi, dan permintaan yang semakin tinggi atas sumber daya alam, planet kita semakin terbebani. Oleh karena itu, kita harus berusaha keras untuk mengubah cara kita mengembangkan, merawat, dan membuang bangunan.   Sumber daya, manajemen lahan, lingkungan, dan pembangunan manusia semuanya terkait. Sangat penting bagi kita untuk mengelolanya lebih baik daripada sebelumnya agar tidak memperburuk masalah saat ini.   Industri konstruksi harus memenuhi kebutuhan penduduk saat ini sambil mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang. Sebagai salah satu konsumen sumber daya alam terbesar, industri konstruksi memainkan peran penting dalam pembangunan berkelanjutan.   Meskipun tiga pilar pembangunan berkelanjutan dapat diterapkan pada bisnis atau industri apa pun, kita semua bertanggung jawab dalam melestarikan planet ini. Namun, kita akan membahasnya dari perspektif konstruksi.   Apa Itu Pembangunan Berkelanjutan? Pembangunan berkelanjutan merujuk pada penggunaan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dan terbarukan dalam proyek konstruksi, serta membatasi penggunaan energi dan mengurangi produksi limbah. Sasaran utama dari metode pembangunan berkelanjutan adalah untuk mengurangi dampak negatifnya pada lingkungan.   Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berhenti pada saat proyek selesai, tetapi desain bangunan juga harus memperhatikan dampak lingkungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, desain bangunan harus mempertimbangkan elemen dan bahan yang memiliki pengaruh terus-menerus pada lingkungan, seperti palka atap hemat energi, panel surya, insulasi yang efektif untuk mencegah kehilangan panas, serta mengurangi penggunaan energi dari jaringan yang sebagian besar menggunakan bahan bakar fosil dan bahan bangunan yang tahan lama.   Pilar - Pilar Pembangunan Berkelanjutan Pengembangan berkelanjutan tidak hanya tergantung pada lingkungan; terdapat faktor lain yang berperan dalam proyek yang 'berkelanjutan'. Pemberitaan media dan sains cenderung menekankan pada aspek lingkungan karena melibatkan kepentingan publik. Namun, faktor ekonomi dan sosial juga turut berperan dalam menciptakan 'garis bawah tiga' yang seimbang.   Sebagai contoh, jika kita membangun rumah sakit baru dengan mempertimbangkan lingkungan tetapi mengorbankan waktu perawatan pasien, maka akan timbul masalah sosial dan ekonomi yang signifikan. Meski demikian, tercapainya keseimbangan ini bukanlah hal yang mudah, namun tetap dapat dicapai.   1) Pilar Lingkungan Fokus pada isu lingkungan, ada semakin banyak tekanan pada pengembang untuk membangun secara bertanggung jawab. Saat memilih perusahaan konstruksi untuk pembangunan yang ramah lingkungan, transparansi menjadi kunci.   Beberapa perusahaan konstruksi akan menerapkan rencana manajemen lingkungan dan menjadwalkan penilaian risiko lingkungan untuk memastikan semua bahan yang digunakan memenuhi standar. Dua aspek yang terkait dengan pilar lingkungan adalah dampak ekologis dari material yang digunakan dalam proses konstruksi dan dampak pada habitat di sekitarnya.   2) Pilar Sosial Masih belum jelas apa faedah sosial dari pembangunan lestari. Namun, kita dapat mengkategorikan menjadi tiga bagian yaitu keadilan, kesadaran, dan partisipasi.   a) Keadilan Berkaitan dengan aksesibilitas dan distribusi barang. Sebagai contoh, sebuah rumah dengan sepuluh kamar tidur yang hanya dihuni oleh satu orang dapat dibangun dengan bahan yang lestari, tetapi manfaat sosial dari bangunan tersebut terbatas.   b) Kesadaran Jika kita tidak dapat mengubah persepsi tentang praktik lestari, maka kita tidak akan dapat mencapai masa depan yang lestari. Para pemangku kepentingan harus memahami dan mendukung hal tersebut.   c) Partisipasi Untuk membuat bangunan lebih lestari, kita perlu melibatkan kelompok sosial yang terlibat seperti serikat pekerja rumah sakit dan para pekerja itu sendiri.   3) Pilar Ekonomi Fokus ekonomi mendorong pengembang untuk terlibat dalam proyek berkelanjutan, selama masih menguntungkan. Bangunan yang tidak berkelanjutan tidak menghasilkan profit dan tidak berdaya guna. Bangunan yang dapat dioptimalkan adalah bangunan yang menciptakan lapangan kerja (baik selama atau setelah pembangunan) dan memberikan manfaat bagi wilayah setempat.   Pentingnya Penerapan Pembangunan Berkelanjutan Dari pengeluaran hingga penggunaan energi, industri konstruksi berperan besar dalam memberikan dampak negatif pada lingkungan. Selain potensinya untuk membangun struktur di atas habitat liar, industri konstruksi juga membutuhkan banyak energi. Sebagian besar mesin dan peralatan berat masih sangat bergantung pada bahan bakar. Penggunaan listrik yang tidak efisien juga dapat menyebabkan pembakaran bahan bakar yang tidak perlu untuk mencukupi pasokan jaringan listrik tersebut. Industri konstruksi menyumbang 36 persen penggunaan energi dan 40 persen emisi CO2 di seluruh dunia.   Pengiriman dan pembuatan material dapat berdampak signifikan terhadap emisi karbon. Menambang bahan baku seperti logam dapat menyebabkan pencemaran air. Produsen beton atau pabrik semen juga menghasilkan CO2 dalam jumlah besar, yang meningkat setiap tahunnya. Konstruksi juga dapat menghasilkan limbah berbahaya karena pembuangan atau pengolahan yang tidak tepat, sehingga menimbulkan pencemaran yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.   Jenis - Jenis Pembangunan Berkelanjutan 1) Energi Angin Energi angin dapat diubah menjadi energi listrik melalui penggunaan turbin angin, yang dapat menyediakan pasokan listrik untuk keperluan rumah, sekolah, dan bangunan komersial lainnya. Saat ini, tersedia turbin angin berukuran kecil yang dapat dipasang di lahan properti.   2) Konstruksi Berkelanjutan Memperluas pembangunan properti seperti hunian, gedung perkantoran, dan properti bisnis lainnya dengan memadukan dan memanfaatkan sumber daya yang dapat diperbaharui dan didaur ulang, dengan tujuan utama mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.   3) Konservasi Air Untuk menekan penggunaan air, kita harus menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan seperti menggunakan peralatan air yang hemat seperti toilet, kran, dan shower yang efisien.   4) Kehutanan Berkelanjutan Merusak hutan demi sumber daya kayu berdampak buruk pada lingkungan. Untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, disarankan mencari perusahaan yang melakukan reboisasi atau memilih bahan daur ulang.   5) Energi Matahari Sumber energi surya melimpah di hampir seluruh dunia, dan memanfaatkan panel surya untuk menyerapnya memungkinkan kita untuk menambah atau menggantikan daya listrik tanpa harus menggunakan cara konvensional.   6) Rotasi Tanaman Alternatif ramah lingkungan tanpa bahan kimia untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang menguntungkan bagi petani dan pengusaha pertanian.   7) Ruang Hijau Meskipun berada di wilayah metropolitan yang luas, kami tetap membutuhkan area hijau untuk mendukung keberadaan satwa liar dan menjaga ekosistem yang sehat. Oleh karena itu, arsitek memasukkan area hijau dalam perencanaan pembangunan perumahan dan komersial.   8) Tenaga Air Pertimbangan lingkungan dan berkelanjutan sangat penting karena tidak menimbulkan emisi udara yang berbahaya atau mencemari air, sehingga ikan dapat berkembang dengan bebas. Komunitas yang menggunakan sumber daya air dapat menikmati lingkungan yang bersih dan sehat.   Bagaimana Konstruksi Berdampak Ke Lingkungan Pembangunan konstruksi memiliki dampak yang penting bagi lingkungan karena wilayah pembangunan di Inggris memerlukan banyak bahan-bahan dan lingkungan ini bergantung pada sumber daya alam seperti air.   Banyak praktik konvensional sudah usang, tapi pemilik proyek khawatir akan keuntungan mereka. Mereka enggan berubah dari metode yang telah dicoba dan diuji – terlebih jika metode tersebut meningkatkan keuntungan. Biasanya, kemajuan lebih lambat dibandingkan sektor lain yang menerapkan inovasi. Sementara kesadaran lingkungan meningkat, industri konstruksi perlu menghilangkan reputasi sulit beradaptasi.   Tantangan Pembangunan Berkelanjutan Dalam menerapkan prinsip konstruksi yang berkelanjutan bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Kendala atau dukungan klien dan anggaran akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi proses tersebut. Pemilihan arsitek yang tepat untuk proyek tersebut akan mempengaruhi seluruh pekerjaan pada proyek tersebut. Pengembangan Profesional Berkelanjutan yang diperlukan oleh Royal Institute of British Architects (RIBA) merupakan dorongan penting dalam meningkatkan standar arsitektur pada industri ini. Arsitek yang Anda pilih harus mengikuti pemikiran terbaru tentang hal-hal berikut:   1) Operasional karbon nol dan bersih 2) Mewujudkan karbon nol dan bersih 3) Siklus air yang berkelanjutan 4) Konektivitas dan transportasi yang berkelanjutan 5) Penggunaan lahan berkelanjutan dan keanekaragam hayati 6) Kesehatan dan kesejahteraan yang baik 7) Masyarakat yang berkelanjutan dan nilai sosial 8) Biaya siklus hidup yang berkelanjutan   Kontraktor selalu akan ditekan untuk memotong biaya jika memungkinkan, namun masih ada kekhawatiran bahwa penerapan metode konstruksi yang berkelanjutan dapat merugikan organisasi.   Laporan Tren Bangunan Hijau Dunia 2018 yang Cerdas tentang Pasar mengungkapkan bahwa hampir 40% perusahaan Inggris melaporkan bahwa kesulitan finansial merupakan tantangan utama yang dihadapi dalam menerapkan praktik konstruksi yang berkelanjutan. Hampir 50% perusahaan menyatakan bahwa mereka mengharapkan biaya awal yang lebih tinggi untuk bangunan yang ramah lingkungan.   Manfaat Pembangunan Berkelanjutan Berdasarkan pilar-pilar pembangunan berkelanjutan terdapat beberapa sisi atau sudut pandang yang berbeda, antara lain:   1) Sisi Lingkungan a. Dampak lingkungan yang lebih minim dari penggunaan produk dan proses yang lebih ramah lingkungan. b. Dapat mengutamakan usia bangunan, bukan tahap pembangunan. c. Mampu menjaga dan meningkatkan kelestarian lingkungan alam tanpa merusaknya.   2) Sisi Ekonomi a) Penggunaan teknologi berkelanjutan dapat menghasilkan pengurangan biaya, seperti biaya tagihan energi. b) Dengan mempertimbangkan umur bangunan dalam penggunaan teknologi berkelanjutan dapat menghemat biaya. c) Jika bangunan direncanakan dan dirancang dengan cermat, biayanya tidak lebih tinggi dari bangunan standar. d) Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kondisi hidup dan kerja yang lebih baik.   3) Sisi Sosial a) Dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat. b) Dapat meningkatkan kesejahteraan yang berimbas langsung pada kesehatan dan pendidikan. c) Mencegah angka kejahatan yang tinggi dan membantu memecahkan masalah sosial yang lain.   Metodologi Penilaian Lingkungan a) Carbon Footprints Carbon footprint mengukur besarnya dampak lingkungan yang dihasilkan oleh individu, keluarga, atau perusahaan melalui pelepasan gas berbahaya. Menunjukkan keseriusan untuk mengurangi emisi karbon adalah tindakan yang bijaksana dalam bisnis, karena sektor konstruksi menghasilkan banyak sekali gas rumah kaca.   b) The Code for Sustainable Homes Kode untuk Hunian Ramah Lingkungan adalah pedoman nasional yang dipakai untuk menghitung efek lingkungan dari rumah kita serta mendorong penggunaan pedoman yang lebih ketat. Hunian diberi peringkat bintang 1 hingga 6, dan ini adalah dokumen perbandingan yang dapat ditingkatkan.   Kesimpulan Pembangunan berkelanjutan merujuk pada penggunaan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dan terbarukan dalam proyek konstruksi, serta membatasi penggunaan energi dan mengurangi produksi limbah. Pilar pembangunan berkelanjutan, antara lain pilar lingkungan, pilar sosial, dan pilar ekonomi. Terdapat juga jenis-jenis pembangunan berkelanjutan, yaitu energi solar panel, konservasi air, kehutanan berkelanjutan, dan lain-lain.

Penjelasan Perencanaan Tata Kota Dalam Industri : Jenis, Perencanaan Kota Strategis, Penggunaan Lahan, dan Perencanaan Infrastruktur

Apa itu Perencanaan Kota Dalam Konstruksi? Perencanaan kota, termasuk desain dan pengaturan penggunaan ruang yang berfokus pada aspek fisik, ekonomi, dan dampak sosial dari lingkungan perkotaan dari berbagai kondisi lokasi. Perencanaan kota mencakup masalah teknik, arsitektur, sosial, dan politik, yang melibatkan berbagai profesi teknis, usaha keras yang memerlukan kemauan politik dan partisipasi publik, serta disiplin akademis.  Perencanaan kota juga terkait dengan pengembangan lahan terbuka ("taman hijau") dan pembaruan bagian kota yang sudah ada, sehingga melibatkan penetapan tujuan, pengumpulan dan analisis data, peramalan, desain, pemikiran strategis, dan konsultasi publik. Saat ini, teknologi sistem informasi geografis (SIG) banyak digunakan untuk memetakan sistem perkotaan yang ada dan memproyeksikan konsekuensi perubahan. Pada akhir abad ke-20, istilah pembangunan berkelanjutan digunakan untuk mewakili hasil yang ideal dalam mencapai semua tujuan. Perencanaan perkotaan sering disebut sebagai pembangunan masyarakat. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, komunitas sekitar memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan tata kota. Jika warga lokal menentang perubahan yang dilakukan oleh perencana perkotaan, reaksi mereka dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan rencana perkotaan tersebut. Hingga abad ke-21, banyak perencana perkotaan mengabaikan masukan dari masyarakat dan lebih fokus pada desain estetika kota, yang sering kali menimbulkan frustrasi dan kemarahan di kalangan penduduk kota terhadap perubahan yang terjadi.   Jenis Lanskap Dan Perencanaan Kota Sekarang ini, partisipasi masyarakat semakin diperhatikan dalam perencanaan kota melalui metode partisipatif, sehingga warga kota dapat memberikan masukan mereka. Sebelum memulai perencanaan kota atau lansekap, penting untuk memahami berbagai jenis perencanaan kota yang ingin diwujudkan. Berikut gambaran mengenai macam perencanaan kota dan lanskap.   1. Perencanaan Kota Yang Strategis Peningkatan kualitas hidup penduduk kota, pengembangan ekonomi, pengurangan kemacetan lalu lintas, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Hal ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi tentang kondisi saat ini dan tren masa depan, serta mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dalam perencanaan kota strategis, area yang diidentifikasi sebagai area pertumbuhan terbaik akan diberikan prioritas dalam pengembangan infrastruktur dan fasilitas publik. a) Dapat meningkatkan kualitas hidup bagi penduduk kota. b) Mengajak seseorang untuk pindah ke kota atau ajakan untuk melakukan kunjungan. c) Menciptakan ruang komunitas tambahan yang dapat digunakan oleh penghuni bersantai dan menghabiskan waktu. d) Menambahkan pilihan berbagai transportasi untuk memudahkan mobilisasi dalam kota Banyak yang menganggap bahwa perencanaan strategis merupakan level paling tinggi dalam proses perencanaan. Ada banyak aspek lain dari perencanaan kota yang secara langsung terkait dengan perencanaan strategis dan akan dilakukan secara bersamaan dengan penyusunan rencana strategis.   2. Perencanaan Penggunaan Lahan Rencana penggunaan tanah melibatkan pembuatan kebijakan dan hukum yang terkait dengan suatu area tanah. Esensi dari kebijakan ini adalah untuk mempengaruhi cara penggunaan tanah tersebut. Jenis kebijakan yang dapat dibuat selama perencanaan penggunaan tanah meliputi aturan pemerintah, kode zonasi, dan hukum. Instrumen perencanaan yang sama ini menangani jumlah, jenis, dan lokasi tanah yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi kota. Selama perencanaan penggunaan tanah, tanah dapat dicadangkan atau dizonasikan untuk: a) Tujuan Hunian Lahan dapat digunakan untuk bangunan, seperti apartemen dan rumah. b) Tujuan Komersial Lahan dapat digunakan untuk gedung perkantoran dan toko ritel. c) Tujuan Kotamadya Lahan dapat digunakan untuk kebutuhan struktur pemerintah, seperti istana negara, kantor walikota, gedung pengadilan, kantor pemadam kebakaraan, dan kantor polisi. d) Tujuan Industrial  Lahan dapat digunakan sebagai gudang, pusat data, pabrik manufaktur, dan fasilitas industri lainnya. Kesuksesan perencanaan penggunaan lahan bergantung pada seberapa efektif konsultasi antara perencana kota dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Jika rencana strategis telah dikomunikasikan dengan baik, perencanaan penggunaan lahan untuk tujuan pemukiman, kota, atau industri seharusnya tidak sulit.   3. Perencanaan Infrastruktur Perencanaan prasarana melibatkan berbagai macam sistem dan fasilitas yang dibutuhkan untuk kota dan penduduknya. Tujuan dari perencanaan prasarana adalah untuk menentukan bagaimana fasilitas ini dapat secara efisien mendukung tujuan yang terperinci dalam rencana strategis. Perencanaan prasarana mencakup: a) Fasilitas Umum Dan Transportasi Publik  Misalnya pemadam kebakaran, stasiun kereta, jalan raya, dan kantor polisi. b) Infrastruktur Masyarakat  Misalnya ketersediaan lahan parkir, sekolah, dan rumah sakit. c) Infrastruktur Pekerjaan Publik Misalnya telekomunikasi, pasokan air, listrik, dan pembuangan limbah. Perencanaan infrastruktur yang tepat dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi warga kota atau perkotaan. Pembangunan fasilitas dan sistem pekerjaan umum yang baru dapat meningkatkan kualitas hidup penduduk sekitar. Demikian pula, pembangunan rumah sakit atau sekolah tambahan di dalam masyarakat dapat memberikan dampak yang positif. Kota-kota yang dianggap sebagai tempat tinggal terbaik di Amerika Serikat umumnya memiliki infrastruktur yang lengkap.   4. Revitalisasi Perkotaan Pembaruan kota adalah jenis perencanaan kota yang kurang umum dan ketatnya melibatkan peningkatan pada area kota yang dianggap menurun. Kondisi bisnis dan lingkungan di suatu kota bisa merosot karena berbagai faktor. Beberapa bisnis lokal mungkin baru-baru ini mengalami kegagalan atau pertumbuhan populasi mulai menurun. Alasan apapun, daya tarik kota bagi calon pemilik rumah dan penyewa bisa menurun jika aspek kota yang menurun tidak diperbarui. Metode yang diterapkan dalam pembaharuan kota-kota tergantung pada akar penyebab penurunan. Beberapa bentuk pembaharuan yang lazim dilakukan meliputi: a) Melakukan upaya pembersihan polusi berlebih dengan cara menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan. b) Melakukan peningkatan fasilitas taman dan rekreasi agar masyarakat lebih nyaman menggunakannya. c) Melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat penggunaan yang berlebihan dan faktor usia aspal. d) Melakukan pengembangan infrastruktur yang baru. Upaya untuk merevitalisasi kota tanpa banyak partisipasi dari warga tidak akan berhasil. Pengusaha dan penduduk setempat memiliki pengetahuan berharga yang dapat membantu menciptakan perubahan dan peningkatan yang positif untuk kota. Harus diingat bahwa tindakan revitalisasi kota mungkin memerlukan bentuk perencanaan yang berbeda. Contohnya, perencanaan lingkungan mungkin perlu dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa kekacauan dari penggunaan lahan sebelumnya. Dalam beberapa kasus, penggunaan lahan juga dapat diubah.   5. Perencanaan Induk Perencanaan induk adalah jenis perencanaan kota yang fokusnya utamanya pada bangunan di atas lahan yang belum tergarap. Jenis perencanaan kota lainnya bertujuan untuk mengubah ruang atau struktur yang sudah ada sebelumnya, sehingga perencanaan induk seringkali lebih kompleks dan memakan waktu. Perencanaan induk berorientasi pada masa depan dengan mengidentifikasi tujuan penggunaan lahan serta kebutuhan untuk mencapainya. Dalam melakukan perencanaan induk, perencanaan kota harus mempertimbangkan perencanaan infrastruktur dan penggunaan lahan, yang terakhir diperlukan untuk peraturan zonasi. Mereka juga harus menentukan jenis fasilitas yang perlu dikembangkan di lahan tersebut, seperti taman, fasilitas masyarakat, dan sekolah. Proses perencanaan induk melibatkan konsultasi dengan instansi pemerintah dan pemilik tanah terdekat sebelum rencana dapat diselesaikan.   6. Pertumbuhan Ekonomi Perkembangan ekonomi merupakan elemen penting dalam perencanaan kota yang berfungsi untuk mengidentifikasi daerah pertumbuhan potensial di dalam kota. Apabila diimplementasikan secara tepat, daerah pertumbuhan tersebut akan memungkinkan kota untuk mencapai kemakmuran finansial yang lebih baik, sehingga membuat kota menjadi lebih menarik bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis ke kota dan wilayah baru. Suksesnya pembangunan ekonomi sangatlah vital bagi setiap kota yang ingin berkembang. Pada tahun 2018, Amazon tengah mencari tempat yang cocok untuk markas kedua mereka. Di antara banyak kota yang dipertimbangkan, Amazon memutuskan untuk membagi markas mereka menjadi dua lokasi, yakni di Arlington, VA dan New York City. Ketika perusahaan besar seperti Amazon memutuskan untuk membangun markas atau gedung perkantoran utama di sebuah kota, bentuk pembangunan tersebut biasanya akan membawa pertumbuhan finansial lebih lanjut dan kesempatan kerja ke kota yang bersangkutan. Peningkatan jumlah pengunjung ke gedung juga akan membuat restoran lokal, pompa bensin, dan toko kelontong semakin terlihat, sehingga membantu meningkatkan ekonomi lokal. Selama proses pembangunan ekonomi, perencana kota harus bekerja sama dengan rencana induk, rencana infrastruktur, dan rencana penggunaan lahan untuk memastikan bahwa proyek pembangunan di masa depan dapat diselesaikan tanpa hambatan.   7. Perencanaan Lingkungan Perencanaan lingkungan merupakan aspek krusial dalam pembangunan strategis yang berorientasi pada keberlanjutan. Jenis perencanaan ini amatlah rumit dan memerlukan perencanaan kota untuk memperhitungkan berbagai aspek lingkungan yang beragam. Aspek-aspek tersebut antara lain: a) Erosi pada zona pantai akibat tidak adanya tanaman mangrove. b) Kerentanan kemungkinan terkena banjir akibat saluran irigasi yang tidak dapat memadai saat terjadi cuaca yang ekstrim. c) Kemungkinan terjadinya polusi suara akibat bisingnya suara kendaraan bermesin dan pabrik industri. d) Kemungkinan terjadinya polusi udara akibat pembakaran yang langsung dilepaskan ke udara bebas tanpa melakukan penyaringan terlebih dahulu. e) Habitat spesies hewan yang terancam punah akibat lahan hutan yang terus digunakan sebagai tempat hunian manusia. f) Kemungkinan terjadinya penurunan tanah akibat penggunaan air tanah yang dilakukan secara berlebihan. Perencanaan lingkungan sangat penting dalam menyusun rencana infrastruktur, rencana utama, atau rencana pemulihan. Perencanaan perkotaan menjadi faktor kunci dalam pengembangan kota atau kota-kota di mana pun. Apapun tugas yang diberikan, apakah memulihkan kawasan perkotaan atau merencanakan masa depan pembangunan, memahami berbagai jenis lanskap dan rencana kota menjadi hal yang krusial.   Kesimpulan Perencanaan kota, termasuk desain dan pengaturan penggunaan ruang yang berfokus pada aspek fisik, ekonomi, dan dampak sosial dari lingkungan perkotaan dari berbagai kondisi lokasi. Terdapat juga beberapa jenis lanskap dan perencanaan kota dalam konstruksi antara lain  perencanaan kota yang strategis, perencanaan penggunaan lahan, perencanaan infrastruktur, revitalisasi perkotaan, perencanaan induk, pertumbuhan ekonomi, dan perencanaan lingkungan.

Penjelasan Drainase: Prinsip Kerja, Opsi Pemilihan, Berserta Contohnya

Apa itu Drainase? Pengeluaran air secara buatan, baik di atas maupun di bawah permukaan tanah, dikenal sebagai drainase. Drainase adalah elemen penting dalam proyek-proyek teknik sipil dan konstruksi, guna mencegah terjadinya banjir dan kerusakan lainnya. Umumnya, air limbah dialirkan melalui saluran pembuangan menuju selokan, dan dari selokan ke tempat pengolahan yang sesuai. Dalam konteks drainase bangunan, air limbah dapat merujuk pada hal-hal berikut ini:   a) Subsoil Water (Air Bawah Tanah) Air tanah dalam adalah air yang terdapat pada lapisan tanah yang berada di bawah lapisan tanah atas di permukaan bumi. Lapisan bawah tanah bisa mencakup bahan-bahan seperti lempung dan hanya sebagian terpengaruh oleh udara, sinar matahari, dan air.   b) Surface Water (Permukaan Air) Perairan permukaan merujuk pada segala jenis air yang terdapat di atas permukaan bumi, termasuk air laut yang bersifat asin, serta air tawar yang terdapat di sungai, danau, dan waduk. Perairan permukaan bisa mengalir sepanjang tahun atau hanya hadir pada musim tertentu.   c) Foul and Soil Water (Air Kotor dan Tanah) Ini adalah sisa-sisa yang terkontaminasi oleh sampah rumah tangga atau sampah komersial. Air kotor (atau limbah) terkait dengan sisa dari tempat cuci dan bak yang tidak mengandung limbah organik. Air tanah terkait dengan sisa dari toilet, kamar mandi, dan urinoir. Tanah di bawah dan air permukaan dianggap bersih dan dapat dibuang ke aliran air yang diizinkan (seperti sungai atau danau), atau digunakan untuk irigasi tanpa pengolahan. Sebelum digunakan, izin dari otoritas atau pemilik yang relevan harus diperoleh. Air kotor dan sisa-sisa harus dialirkan melalui saluran ke sistem pengolahan sebelum dibuang ke aliran air.   Prinsip Kerja Drainase Sistem drainase melibatkan pengalihan air dari permukaan dan bawah permukaan suatu wilayah tertentu ke lokasi lain, seperti sungai, anak sungai, atau muara laut. Tujuannya adalah untuk mencegah tanah jenuh dan kerusakan pada bangunan, properti komersial, dan lahan pertanian. Dalam kondisi cuaca yang buruk, sangat penting untuk menghilangkan kelebihan air untuk mencegah kerusakan bangunan, potensi banjir, serta bahaya seperti hydroplaning yang dapat menyebabkan kecelakaan pada kendaraan. Seperti yang diharapkan, beragam jenis saluran air beroperasi dengan cara yang berbeda. Meski begitu, semua saluran air memiliki tujuan umum yang sama. Baik dipasang pada bangunan atau jembatan, saluran pembuangan bertujuan untuk mengalirkan air permukaan berlebih dan memastikan agar air tersebut mengalir ke tempat yang tidak merusak. Biasanya, saluran pembuangan langsung mengalir ke pantai, anak sungai, sungai, atau outlet air lainnya untuk mencegah kerusakan pada properti komersial, rumah, dan tanah. Namun, terkadang saluran hanya memperlambat kecepatan penyerapan air, sehingga tanah punya waktu untuk menyesuaikan diri tanpa merusak.   Drainase Di Bidang Konstruksi Sistem pembuangan air adalah elemen dasar dari struktur, sangat penting dalam infrastruktur jalan dan lingkungan perkotaan untuk mengalirkan air permukaan dan air bawah tanah. Ini harus dipertimbangkan dalam perencanaan apapun oleh tim proyek yang terdiri dari insinyur sipil, manajer konstruksi, arsitek, manajer lokasi, dan surveyor. Peraturan drainase harus diperhatikan pada tahap awal sebelum penerapan sistem apapun oleh pengembang, untuk memastikan bahwa desain yang sesuai digunakan untuk mengelola aliran air, terutama dalam situasi pasokan air yang kelebihan atau kekurangan.   Drainase Bawah Tanah Penggunaan sistem drainase bawah tanah dapat meningkatkan kestabilan tanah, menurunkan kadar air di suatu area, meningkatkan kualitas hortikultura untuk lanskap, dan sebagainya. Terkadang, perlu untuk mengeringkan seluruh situs atau hanya melindungi area tertentu. Menurut dokumen C yang disetujui dalam peraturan bangunan, drainase bawah tanah harus disediakan untuk mencegah kelembaban tanah masuk ke dalam bangunan atau merusak struktur bangunan. Pada umumnya, drainase bawah tanah melibatkan penggunaan pipa berpori agar air bawah tanah dapat mengalir melalui pipa atau pipa yang dilubangi dengan serangkaian lubang di bagian bawah untuk mengambil air bawah tanah. Kedua jenis pipa ini biasanya dipasang dengan sambungan kering di parit yang diisi dengan puing-puing. Selaput tembus air biasanya ditempatkan di atas puing-puing sebagai penyaring, kemudian ditutup dengan timbunan normal dan ditutup dengan lapisan atas tanah setebal 150 mm. Sistem drainase ini hanya efektif hingga kedalaman 1,5 m, dan jika penurunan muka air lebih dalam diperlukan, metode lain harus digunakan. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Kontrol Air Tanah di Daerah Perkotaan. Ketika drainase digunakan untuk melindungi sub struktur bangunan, saluran pembuangan biasanya dipasang untuk memotong aliran air dan mengalihkannya dari lokasi tersebut.   Opsi Pemilihan Drainase Tersedia banyak opsi drainase di pasar. Penentuan sistem drainase yang cocok seringkali tergantung pada kebutuhan bangunan. Sebagai contoh, drainase yang diperlukan untuk gudang pengemasan makanan akan lebih luas daripada untuk kantor. Penentuan sistem drainase yang sesuai dengan proyek konstruksi Anda bergantung pada sejumlah faktor, namun berikut ini adalah lima jenis sistem drainase yang paling umum digunakan.   1) Trench Drains (Saluran Parit) Terdapat beberapa macam sistem drainase, namun yang paling umum adalah sistem parit dan kisi. Sistem ini memanfaatkan parit dan kisi untuk mengalirkan air ke pipa bawah tanah. Pipa tersebut biasanya dialirkan ke saluran pembuangan air atau tempat lain yang dapat menampung air berlebih.   2) HDPE Drains (Saluran HDPE) HDPE merupakan kependekan dari pipa polietilena densitas tinggi untuk saluran air. Pipa saluran ini dikategorikan sebagai sistem pra-manufaktur, mirip dengan terusan selokan, namun tidak memerlukan pembuatan secara manual. Cukup dengan meletakkannya di tanah dan menyesuaikan desain sekitarnya.   3) Swale Drainage System (Sistem Drainase Swale) Sistem pengaliran air sengkedan merupakan saluran air dangkal yang dilapisi dengan rumput (atau tanaman lainnya) untuk menghindari genangan air dan banjir. Sistem sengkedan lebih sering dipakai untuk tujuan penghijauan daripada untuk bangunan, tetapi tetap memiliki kegunaan yang patut diperhitungkan.   4) Slot Drains (Slot Menguras) Saluran slot berfungsi serupa dengan saluran parit, namun tanpa menggunakan parutan. Desainnya lebih ramping sehingga biasanya terintegrasi dengan lantai atau tanah tanpa memerlukan penutup. Saluran slot populer digunakan untuk sanitasi, terutama di tempat-tempat seperti gudang persiapan makanan atau bangunan yang memerlukan sanitasi tingkat tinggi. Biasanya saluran slot dan saluran sanitasi terbuat dari bahan stainless steel agar tahan terhadap korosi dan menghindari penumpukan bakteri.   5) French Drains (Saluran Air Prancis) Sistem pengalihan air Prancis digunakan dalam proyek perumahan untuk mengalirkan air dari tanah dan bangunan. Sistem ini terdiri dari rangkaian pipa yang berfungsi memindahkan air yang melimpah dari properti ke saluran pembuangan, sengkedan, atau tangki air. Terdapat bahkan jenis sistem pengaliran yang lebih khusus dalam setiap jenis pengaliran primer ini. Akhirnya, sistem pengaliran yang sesuai dengan proyek Anda bergantung pada proyek secara keseluruhan. Namun, satu hal tetap pasti. Semua alternatif ini perlu diinvestigasi dan dipertimbangkan sebelum memulai pembangunan. Kita perlu memiliki semua alternatif ini karena hanya karena satu alternatif berhasil untuk proyek tertentu tidak berarti itu cocok untuk proyek lainnya.   Contoh Drainase Air Permukaan   1) Atap Syarat dalam Dokumen Persetujuan Peraturan Bangunan H menuntut adanya ketentuan yang memadai untuk memastikan aliran air hujan dari atap bangunan. Oleh karena itu, atap harus didesain dengan kemiringan yang tepat agar air dapat mengalir ke saluran pengumpul permukaan atau selokan yang mengarahkan aliran air ke pipa air hujan vertikal. Pipa tersebut kemudian terhubung dengan sistem pembuangan air untuk drainase.   2) Drainase Jalan Raya Pembangunan jalan dapat mempengaruhi pola drainase alami di permukaan dan di bawah permukaan DAS atau lereng bukit. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan sistem drainase yang memadai guna mencegah penumpukan air berlebih atau kelembaban pada atau di dalam konstruksi jalan. Hal ini dapat mempengaruhi sifat materialnya, mengganggu stabilitas secara keseluruhan, dan berdampak pada keselamatan pengemudi. Drainase harus mampu menangani air dari jalur lalu lintas, bahu jalan, jalur pejalan kaki/bersepeda, tepi jalan, dan area tangkapan air yang berdekatan.   3) Daerah Beraspal Area beraspal biasanya dilengkapi dengan salah satu dari dua jenis sistem pengaliran air permukaan. a) Yard Gully Collection Daerah yang dilapisi aspal di sekitar sebuah bangunan harus dibuat dengan kemiringan 1:60 menuju saluran air. Ukuran dan jumlah parit yang diperlukan tergantung pada jenis dan bentuk daerah yang dilapisi aspal. Setiap saluran air tidak boleh mencakup area yang lebih besar dari 400 m2. Jika saluran air terhubung dengan saluran pembuangan umum, maka saluran air harus dilengkapi dengan segel air minimal 50 mm. b) Channel Connection Paving, yang ditempatkan di air terjun yang sama, mengalir dari struktur ke saluran yang terletak di air terjun dengan rasio 1:120. Saluran ini terhubung dengan sistem pembuangan air. Saluran umumnya: - Half-round glazed clayware channel  - Precast concrete channel blocks - Precast or in situ concrete box channel   4) Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan Sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan (SUDS) dapat memberikan opsi tambahan bagi sistem drainase konvensional. SUDS meniru konsep drainase alami dengan menerapkan teknik pengolahan air permukaan secara lokal melalui proses pengumpulan, penyimpanan, dan penyaringan sebelum dilepaskan kembali ke lingkungan secara perlahan.   Cara Memutuskan Pilihan Jenis Drainase Yang Sesuai Dengan Proyek Bagaimana Anda menentukan jenis pengaliran yang cocok untuk proyek Anda? Secara singkat, Anda perlu melakukan beberapa analisis teknis. Perhatikan kemampuan tanah dalam mengalirkan air secara alami dan teliti curah hujan rata-rata tahunan di wilayah tersebut. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti tujuan bangunan, kapasitas lalu lintas yang harus diakomodasi oleh sistem pengaliran, dan elevasi tempat pengaliran. Anda harus mencari tahu juga ketersediaan saluran air dan kemana properti lain membuang kelebihan airnya. Setelah mempertimbangkan semua faktor ini, Anda akan dapat mengidentifikasi jenis pengaliran yang tepat untuk proyek Anda. Lakukanlah ini pada awal proses desain, bukan pada akhirnya. Jika tidak, Anda akan menghadapi banyak masalah di kemudian hari.   Kesimpulan Drainase adalah elemen penting dalam proyek-proyek teknik sipil dan konstruksi, guna mencegah terjadinya banjir dan kerusakan lainnya. Sistem drainase melibatkan pengalihan air dari permukaan dan bawah permukaan suatu wilayah tertentu ke lokasi lain, seperti sungai, anak sungai, atau muara laut. 

Apa Itu AMDAL? Pengertian, Tujuan, Dasar Hukum, Fungsi, Tahapan, Jenisnya, Manfaat

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) sudah sering kita dengan dalam keseharian. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 tahun 1999, menjelaskan bahwa AMDAL adalah suatu kajian tentang dampak besar dan penting dari pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatan yang sudah direncanakan pada Iingkungan hidup yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan usaha tersebut. Saat ini ada banyak pembangunan di daerah-daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kemajuan dan perkembangan wilayahnya. Sebelum pembangunan dimulai terlebih dahulu dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan karena AMDAL dapat untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Pembangunan dapat terarah dan tidak merusak sekitarnya sehingga masyarakat disekitar juga merasa nyaman.  Untuk mengenal dan memahami mengenai AMDAL, kita perlu mengenetahui terlebih dahulu penjelasan mengenai AMDAL, seperti pengertian AMDAL, tujuan AMDAL, hingga keuntungan menggunakan AMDAL. Lebih jelasnya simak artikel berikut ini.   Pengertian AMDAL AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adalah kajian mengenai dampak lingkungan hidup dari suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan untuk membantu proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan usaha atau kegiatan. AMDAL juga berperan penting terhadap upaya pencegahan dan pengendalian kerusakan lingkungan. Analisis tersebut dibuat saat proses perencanaan proyek yang akan dilaksanakan yaitu dengan mempertimbangkan pengaruh pembangunan terhadap lingkuan hidup di sekitarnya.  Pada AMDAL terdapat banyak aspek yang harus diperhatikan, seperti aspek fisik, biologi, kimia, sodial budaya, sosial ekonomi, dan kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah memiliki peran yang penting dalam menilai apakah suatu proyek yang akan dilakukan layak atau tidak. Kelayakan suatu proyek dinilai dari sisi positif dan negatifnya.   Tujuan AMDAL Saat akan ada proyek pembangunan terdapat beberapa tujuan dari digunankannya AMDAL. Berikut ini adalah tujuan dari AMDAL. 1.    Memberikan masukan mengenai perencanaan suatu kegiatan usaha atau pembangunan Tujuan AMDAL yang pertaman yaitu dapat memberikan masukan agar pembangunan atau kegiatan usaha yang dilakukan tidak mencemari dan merusak lingkungan hidup disekitar. Adanya AMDAL menyadarkan kita mengenai suatu pembangunan yang tidak merusak lingkungan. Masukan yang diberikan akan membuat semua pihak terkait memiliki peran masing-masing untuk menjaga lingkungan hidup. Selain itu, pembangunan akan berjalan dengan baik karena tidak akan melanggar Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tekait lingkungan hidup dan AMDAL. 2.    Menginformasikan kepada masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan hidup Tujuan AMDAL selanjutnya adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan lingkungan selama proyek pembangunan berlangsung. Masyarakat merasa aman dan nyaman karena lingkungan hidup disekitarnya tidak rusak atau tercemar, karena itu masyarakat sekitar juga bisa turut andil dalam proyek pembangunan yang sedang berjalan. Hal tersebut menguntungkan bagi pihak masyarakat dan pihak pelaksana proyek pembangunan. Masyarakat mendapatkan manfaat dari pembangunan dan pemilik modal serta pemilik proyek pembangunan dapat membangun dengan aman dan tenang, sehingga proyek pembangunan yang telah selesai dapat bertahan lama. 3.    Memberikan izin usaha atau kegiatan Tujuan AMDAL yang ketiga adalah agar pemerintah dapat mengeluarkan izin usaha atau kegiatan. Izin mendirikan atau menjalankan suatu usaha harus dimiliki oleh setiap pelaksana karena jika usaha atau kegiatan tidak memiliki izin, maka akan merugikan lingkungan hidup dan masyarakat di sekitar proyek dan kegiatan yang dilaksanakan. AMDAL merupakan salah satu syarat untuk memulai suatu usaha atau kegiatan. Hal ini karena AMDAL dapat memberikan informasi mengenai lingkungan hidup kepada pemerintah, sehingga pemerintah dapat memutuskan usaha atau kegiatan yang akan dilakukan pakah layak dilaksanakan atau tidak.  4.    Menjadi pedoman perencanaan pembangunan pada suatu wilayah Tujuan yang keempat adalah sebagai acuan dalam penyusunan rencana pembangunan daerah. Pembangunan akan terlaksana secara optimal jika dibuat perencanaan yang matang. Salah satu rencana yang perlu diperhatikan dalam membuat suatu pembangunan adalah membuat AMDAL. Dapat dikatakan bahwa AMDAL memegang peranan yang penting untuk keberhasilan suatu pembangunan karena tidak akan mencemari dan merusak lingkungan. Ini penting untuk diikuti karena akan membuat kondisi alam dapat terjaga dengan baik. 5.    Dapat dijadikan untuk dokumentasi legal dan ilmiah Tujuan yang kelima yaitu sebagai dokumentasi legal dan ilmiah. Untuk itu, pemerintah dan pemilik proyek memiliki sebuah bukti yang sah atau legal, sehingga pelaksanaan pembangunan akan lancar. Selain itu, AMDAL juga dapat dijadikan bukti ilmiah bahwa lingkungan hidup di sekitar pembangunan tidak akan mengalami kerusakan. Bukti ilmiah tersebut dapat dibuktikan memalui proses penelitian dan riset sebelum memulai suatu proyek pembangunan.   Fungsi AMDAL Fungsi AMDAL adalah sebagai berikut: 1.    Membantu dalam penyusunan rancngan teknik usaha atau kegiatan dengan detail. AMDAL juga terkait dalam pembuatan rencana pemantauan dan pengelolaan lingkungan hidup. 2.    Membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan terhadap rencana usaha atau kegiatan mengenai kelayakan lingkungan hidup hingga mendapatkan izin. 3.    Sebagai materi yang telah disusun untuk perencanaan pembangunan suatu wilayah. 4.    Sebagai sumber informasi kepada masyarakat terhadap dampak rencana usaha atau kegiatan dan menghindari konflik terkait masyarakat sekitar proyek pembangunan. 5.    Sebagai izin kelayakan lingkungan. 6.    Sebagai tahap awal sebuah rekomendasi izin usaha. 7.    Sebagai dokumen ilmiah dan legal yang memuat bukti ketaatan hukum. 8.    Menjamin kesinambungan usaha atau kegiatan dalam jangka panjang.   Dasar Hukum AMDAL Dalam pembuatan dan perencanaan AMDAL terdapat dasar hukum yang mengaturnya. Hal tersebut agar suatu rencana dapat berjalan sesuai komitmen mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Berikut ini dasar hukum AMDAL. 1.    Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) awalnya dimulai di Amerika Serikat oleh National Environmental Policy Act.  2.    Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.  3.    PP No. 27 Tahun 1999 terkait Amdal merupakan kajian tentang dampak dari rencana kegiatan atau usaha terhadap lingkungan hidup. Kajian ini diperlukan untuk proses pengambilan keputusan dari penyelenggaraan kegiatan atau usaha.  4.    Menurut dasar hukum Amdal, para pengusaha yang ingin melakukan usaha atau kegiatan di suatu daerah wajib untuk mematuhi keputusan berdasarkan analisis mengenai dampak lingkungan yang telah dilakukan.   Tahapan Utama AMDAL Berikut ini adalah tahapan utama AMDAL. 1.    Pemeriksaan AMDAL Proses pemeriksaan ini dilakukan dengan penyaringan dengan pedoman pada keputusan untuk melaksanakan AMDAL berdasarkan Undang-Undang Nasional, sifat proyek dan sensitivitas lingkungan. 2.    Pelingkupan AMDAL Pelingkupan untuk membantu menentukan aspek-aspek yang perlu tercakup dalam studi AMDAL, seperti pertimbangan terhadap isu lingkungan, kerangka waktu, wilayah geografis, kerangka legislatif dan kelembagaan, pandangan dan perhatian pemangku kepentingan utamapemerintah atau pemangku kepentingan utama, dan metode penilaian khusus yang akan digunakan. 3.    Studi AMDAL Sebuah studi dasar menggambarkan keadaan awal lingkungan dalam batas-batas yang dipilih dari wilayah studi. Ini juga mencakup deskripsi skenario “tidak ada proyek”, berdasarkan asumsi mengenai perubahan di masa mendatang. Langkah penting lainnya adalah identifikasi dan evaluasi potensi dampak lingkungan yang signifikan. Dampaknya adalah perbedaan antara situasi dengan, dan situasi tanpa proyek. Identifikasi dan penilaian dampak diperlukan untuk semua alternatif yang diteliti, untuk membandingkannya dan memberikan rekomendasi pemilihan alternatif yang paling ramah lingkungan. Mungkin diputuskan untuk melakukan penilaian yang lebih rinci dari alternatif yang disukai. Bagian terakhir dari studi ini memberikan rekomendasi, langkah-langkah mitigasi/optimalisasi dan Rencana Pengelolaan Lingkungan (EMP). Langkah-langkah harus diusulkan untuk menghindari/memitigasi dampak negatif (langkah-langkah mitigasi), serta untuk mengoptimalkan efek positif.   Kajian Dalam AMDAL Berikut ini adalah kajian dalam AMDAL, yaitu: 1.    KAANDAL KAANDAL (Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup) adalah dokumen dokumen yang menjelaskan tentang ruang lingkup dan kedalaman kajian ANDAL. Isinya berkaitan dengan efek, batas studi, metode penggagas kegiatan dan komisi penilai. 2.    ANDAL ANDAL yaitu dokumen analisis dampak lingkungan yang merupakan studi tentang dampak penting dari sebuah kegiatan. ANDAL dilaksanakan setelah berbagai proses KAANDAL selesai. Karena fungsi ANDAL untuk mengamati KAANDAL lebih dalam. 3.    RKL RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup) adalah dokumen yang membahsa mengenai pencegahan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif. Salah satu kajian ini mendukung dengan baik implementasi tujuan AMDAL. 4.    RPL RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup) adalah berbagai kegiatan yang mencakup pemantauan dampak pembangunan. Hasil pemantauan akan digunakan untuk bahan evaluasi efektivitas pengelolaan di lapangan. 5.    Dokumen ringkasan eksekutif Yang terakhir adalah dokumen ringkasan eksekutif, yaitu ringkasan dari semua kajian yang dilakukan. Dalam dokumen ini, semuanya dirangkum secara lebih ringkas sehingga mudah dipahami dan bisa dipelajari lebih mendalam saat dipraktikkan.   Jenis-Jenis AMDAL  Menurut N.H.T Siahaan dalam bukunya Hukum Lingkungan menjelaskan jika terdapat lima jenis AMDAL, yaitu: 1.    AMDAL tunggal yaitu AMDAL yang dilakukan berdasarkan suatu kegiatan atau proyek tunggal yang diatur oleh satu instansi pembina. 2.    AMDAL sektoral merupakan acuan berdasarkan kegiatan sektoral yang penetapannya ditetapkan oleh menteri sektoral. 3.    AMDAL terpadu merupakan dampak utama dari suatu badan usaha terpadu yang mencakup kewenangan lebih dari satu instansi. 4.    AMDAL regional merupakan dampak penting usaha atau kegiatan terhadap lingkungan hidup dalam kawasan yang sesuai rencana tata ruang wilayah. 5.    AMDAL sosial merupakan AMDAL yang memiliki dasar yang mirip dengan AMDAL terpadu namun perbedaannya pada sistem kajiannya.   Manfaat AMDAL Manfaat yang didapat dengan menggunakan AMDAL dalam proyek yang akan dilakukan, antara lain: 1.    Bagi pemerintah Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan, menghindari konflik dengan masyarakat, menjaga agar pembangunan sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup. 2.    Bagi pemrakarsa Terjaminnya kelangsungan usaha yang dijalani, kemudian untuk referensi pinjaman kredit, adanya terjadinya interaksi yang menguntungkan dengan masyarakat sekitar sebagai bukti ketaatan hukum. 3.    Bagi masyarakat Masyarakat dapat melakukan dan menjalankan kontrol terhadap usaha atau kegiatan yang sedang berlangsung, mengetahui dari awal dampat suatu usaha atau kegiatan, terlibat langsung dengan proses pengambilan keputusan.   Kesimpulan Nah sudah tahu kan Apa itu AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). AMDAL adalah kajian mengenai dampak lingkungan hidup dari suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan untuk membantu proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan usaha atau kegiatan. Dalam AMDAL terdapat peraturan yang harus ditaati agar suatu rencana dapat berjalan sesuai komitmen mengenai pengelolaan lingkungan hidup. 

Pentingnya Analisis Struktur Dalam Konstruksi Bangunan

Sebuah bangunan atau benda yang terdiri dari beberapa bagian dapat dikatakan sebagai sebuah struktur. Namun, dari sudut pandang teknis, struktur terdiri dari beberapa bagian atau elemen yang dihubungkan oleh sambungan atau braket untuk menjalankan fungsi statisnya. Dengan demikian ia memenuhi tugasnya dan mampu mentransmisikan gaya yang bekerja pada struktur dan dengan aman mentransfer beban ke pondasi tanpa deformasi yang signifikan. Statika merupakan metode untuk menentukan dan menghitung pengaruh beban dan gaya dalam yang terjadi, yang bekerja pada struktur pendukung bangunan atau objek yang akan diperiksa. Ini adalah proses yang menentukan respons suatu struktur terhadap beban eksternal tertentu.  Pengertian Analisis Struktur Analisis Struktur adalah suatu metode untuk menghitung dan menentukan pengaruh beban pada struktur (gedung, jembatan, kolom atau benda lain) yang menimbulkan akibat pada struktur berupa gaya dalam. Analisis sangat penting sebelum memulai pekerjaan konstruksi. Analisis struktur yang dihasilkan dapat memberikan informasi tentang ukuran pondasi, ukuran kolom dan balok, bahkan detail tulangan yang cukup untuk mendukung beban yang bekerja pada struktur. Selain fakta bahwa membangun struktur apapun memerlukan beberapa dokumen, misal Denah, elevasi dan rincian setiap bagian struktur. Oleh karena itu, inti dari statika adalah penentuan beban yang dapat diserap struktur dengan aman tanpa kegagalan struktural. Namun, hal yang paling penting dalam menganalisis suatu struktur adalah bagaimana memastikan sebelum konstruksi bahwa aspek kuat dari struktur itu perlu untuk mengutamakan keselamatan nyawa manusia, artinya struktur yang dihasilkan akan terdeformasi dengan baik tanpa adanya “Struktur Runtuh". Yang juga penting adalah hasil analisis yang benar dan tepat dengan memperhitungkan beban transversal yang sangat berbahaya, seperti beban seismik yang tidak terduga bahkan beban angin kencang yang terkadang menghantam bangunan secara tiba-tiba. Analisis yang murah, ringan dan efisien dapat dibuat dari hasil perhitungan ini.  Tujuan Analisis Struktur Pemeriksaan struktur sangatlah krusial untuk memahami aliran, distribusi, dan dampak beban pada struktur yang sedang diperiksa. Selain beban, perilaku struktur, bahan yang digunakan, dan geometri struktur (sistem) juga mempengaruhinya. Dengan bantuan analisis struktur, perilaku konstruksi dan tingkat keamanannya di bawah beban operasi yang diharapkan dapat dipertimbangkan. Analisis struktural dapat dilakukan selama fase desain, selama pengujian, atau setelah konstruksi. Saat ini, hampir semua analisis struktur dilakukan dengan menggunakan model matematika yang berkaitan dengan prinsip-prinsip mekanika, dimana model dapat bersifat elastis atau inelastis, linier atau nonlinier, gaya dapat statis atau dinamis, dan model struktur dapat berupa satu dimensi, dua dimensi, atau dua dimensi. atau tiga dimensi. Dalam melakukan analisis dan pemodelan juga harus mengacu pada peraturan standar yang ditetapkan. Namun, dalam beberapa proyek strategis, seperti jembatan kabel panjang. Selain analisis statis dengan model matematika, model skalar juga diterapkan untuk memeriksa apakah analisis komputer dengan model matematika sesuai dengan perilaku struktur sebenarnya.  Bangunan yang tidak memenuhi statika yang tepat dapat mengalami kerugian yang tinggi yaitu menghasilkan bangunan yang tidak berguna, sehingga biaya yang ditimbulkan sangat tinggi. Oleh karena itu, sangat tepat untuk melakukan analisis statis yang ketat sebelum konstruksi. Analisis struktur merupakan kunci utama untuk mengetahui perilaku suatu struktur di bawah pengaruh kombinasi beban tertentu. Dengan bantuan analisis juga dapat ditentukan beban maksimum yang dapat ditopang oleh struktur tersebut, sehingga struktur tersebut kuat dan stabil serta tidak runtuh. Selain itu, dapat dipastikan bahwa pergerakan dan deformasi tetap berada dalam batas yang diperbolehkan. Selain itu, apa yang disebut analisis linier dan nonlinier dilakukan dalam analisis. Desain biasanya dilakukan sebagai analisis linier untuk beban normal. Namun, dalam hal beban yang luar biasa, yang disebut analisis non-linier dipertimbangkan. Operasi abnormal seperti pemuatan seismik, sehingga segmen nonlinier dihitung. Jika struktur dibiarkan bergerak dalam zona linier bahkan di bawah beban luar biasa seperti beban seismik, kita harus meningkatkan kekakuan struktural, tetapi ini menambah biaya tambahan pada desain. Jika kita mencoba mempertahankan struktur dalam mode linier selama beban luar biasa (beban seismik), penganalisa harus berhati-hati dengan hasil analisis. Di sisi lain, jika kita melihat analisis nonlinier, berarti mengandung kesalahan dalam struktur. Namun, jika kita mempertimbangkan analisis linier, gaya diterapkan pada beban yang diterapkan tanpa tanda-tanda kegagalan. Jadi lebih baik diperiksa oleh analis terkemuka.  Faktor Penting Analisis Struktur - Sifat Material Struktur Untuk melakukan analisis struktur yang tepat, informasi komprehensif mengenai karakteristik bahan yang dimanfaatkan amatlah krusial. Data tersebut meliputi berat jenis, kuat tarik, kuat tekan, koefisien elastisitas, rasio racun dan lain-lain, memperoleh informasi tentang sifat-sifat bahan melalui pengujian. Vendor yang memasok beton atau baja saat ini menambahkan informasi tentang sifat material yang ditawarkan. Kekuatan elemen struktural tidak hanya bergantung pada sifat material, tetapi juga pada dimensi dan bentuk geometrinya. Dan tentunya bahan yang digunakan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Peraturan berikut mengatur penggunaan baja dan beton dalam konstruksi bangunan, antara lain: 1. SNI 2847-2013 Persyaratan struktur beton untuk bangunan gedung, 2. SNI 2052-2014 Tulangan 3. SNI 1729-2015 Data teknis struktur baja.  - Pembebanan Satu unsur penting lain dalam analisis struktur adalah keakuratan estimasi tegangan pada struktur. Beban struktural adalah gaya yang bekerja pada bagian struktur atau sistem struktur. Analisis struktur dapat digunakan untuk menghitung bagaimana aliran dan distribusi gaya pada setiap komponen struktur menyebabkan gaya-gaya dalam pada komponen struktur tersebut. pada saat yang sama menghitung berapa banyak itu. Dengan mengetahui besarnya tegangan pada elemen struktur dan juga mengetahui kekuatan elemen tersebut maka dapat ditentukan apakah elemen tersebut dapat menahan beban yang bekerja atau tidak. Jika beban yang diterapkan pada bagian struktural melebihi kapasitasnya, maka dapat mengakibatkan kegagalan struktural. Oleh karena itu, kondisi ini selalu dipertimbangkan dalam proses desain struktural. Untuk bangunan dan jembatan, beban vertikal yang terpenting adalah beban gravitasi, termasuk berat sendiri struktur dan berat semua bagian tetap bangunan, termasuk elemen tambahan, perkakas atau mesin yang merupakan bagian integral dari bangunan, yang dikenal sebagai mati beban Beban lain disebut beban hidup, yaitu. H. berat orang dan/atau benda bergerak yang bukan merupakan bagian dari bangunan, yang dapat menjadi beban terpusat atau bahkan menjadi beban yang tersebar di seluruh bangunan. area yang luas seperti tanah. Selain beban berat, beban horizontal seperti angin, gaya inersia akibat gempa atau tekanan tanah juga harus diperhitungkan. Adapun berat statis, ini tidak boleh diremehkan: SNI 1727 - 2013 Beban minimum untuk perencanaan gedung dan struktur lainnya. Mengenai beban gempa, perencanaan harus sesuai dengan SNI 1726 - 2012 Metode perencanaan keamanan gempa untuk bangunan dan struktur lainnya.  - Sistem Struktur Selain sifat material dari setiap elemen yang membentuk struktur, beban yang bekerja pada struktur secara alami mempengaruhi distribusi beban struktur dari awal titik beban hingga pengantaran akhir melalui struktur ke pondasi dan tanah di bawahnya. Berikut adalah beberapa sistem struktur untuk bangunan: - Rangka Kaku (Rigid Frame) - Rangka Kaku Beserta Inti (Rigid Frame and Core) - Rangka dengan Pengaku (Braced Frame) - Dinding Pembantu Fasade dan Inti (Core and Fasade Bearing Wall) - Dinding Pendukung Sejajar (Parallel Bearing Wall) - Box Berdiri Sendiri (Self Support Box) - Pelat Rata (Flat Slab) - Pelat Kantilever (Cantilevered Slab) - Kumpulan Tabung (Bundled Tube) - Tabung dalam Tabung (Tube in Tube) - Interspasial (Interspatial) - Gantung (Suspension) - Rangka Selang Seling (Staggered Truss) Seperti bangunan, struktur jembatan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Di bawah: 1. Berdasarkan jenis material dari komponen strukturnya Misalnya: Jembatan Baja, Jembatan Beton, Jembatan Komposit, Jembatan Tegangan, 2. Berdasarkan bentuk dan geometri struktur Misalnya: Jembatan rangka, jembatan box girder, jembatan I-girder, jembatan T-girder, jembatan slab, drum, drum kotak, 3. Berdasarkan bagaimana jembatan memindahkan beban dari dek jembatan ke pondasi Misalnya: Jembatan tali, jembatan gantung, jembatan lengkung. Begitu pula dengan bangunan lain seperti bendungan, pilar, terowongan dan lain-lain. Pemahaman tentang sifat material, tegangan dan sistem struktur sangat penting dalam pemodelan dan analisis struktur untuk mendapatkan hasil analisis yang dapat mewakili kondisi realistik.  Cara Melakukan Analisis Struktur Metode yang digunakan untuk melakukan analisis struktural tergantung pada ketelitian yang diperlukan. Sederhananya, itu dapat dibagi menjadi: - Perhitungan Tangan Menghitung secara manual adalah metode yang cepat dan mudah untuk memperkirakan efek gaya sederhana pada struktur yang sederhana. Sebagai ilustrasi, dapat dihitung torsi lentur dan gaya geser pada balok mendatar sederhana dari struktur yang diam, atau pada balok yang melintang dari struktur yang tidak pasti. - Analisis Elemen Analisis Elemen Hingga (FEA) adalah metode numerik canggih untuk memecahkan masalah kompleks dengan input variabel ganda seperti kondisi batas, pemuatan, dan tipe pendukung. FEA adalah teknik yang lebih kompleks tetapi lebih tepat dalam melakukan evaluasi struktur dibandingkan dengan perhitungan manual. Dalam pengaplikasiannya, struktur perlu dibagi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil (atau unsur-unsur) yang dapat dinilai secara terpisah untuk mendapatkan estimasi solusi yang lebih akurat. Untuk struktur yang sederhana, FEA masih dapat dihitung dengan tangan menggunakan kalkulator atau spreadsheet, meskipun membutuhkan waktu lebih lama, tetapi untuk struktur yang besar dan kompleks, model FEA dapat terdiri dari ribuan kontribusi matriks, membuat kontribusi matriks menjadi tidak mungkin. memperkirakan dengan perhitungan manusia. Saat ini, FEA merupakan teknik analisis struktural yang amat tangguh dan tepat yang menjadi landasan bagi kebanyakan program analisis struktural. - Software Analisis Struktur Ada sejumlah besar perangkat lunak analisis struktural yang dapat melakukan perhitungan FEA yang akurat tanpa menentukan proses yang rumit secara manual, seperti ETABS, SAP2000, MIDAS, STAADPro, ABAQUS, SAFE, Tekla Structural Designer, S-FRAME ANALYSIS, dan lainnya. Tujuan dari perangkat lunak ini adalah untuk memudahkan penganalisa untuk: - Pemodelan bahan struktural, geometri struktural, beban struktural dan batasan lain yang ditentukan oleh insinyur - Melakukan perhitungan dan analisa beban dan kombinasi beban pada member yang bekerja  - Membantu mengontrol kekuatan elemen selama fase desain.  Penutup Diatas merupakan ulasan mengenai pengertian, tujuan, faktor, hingga cara melakukan analisis struktur 

Pondasi: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenisnya, Syaratnya, Dan Aspeknya

Pengertian Pondasi Pondasi adalah bagian terendah dari bangunan atau struktur sipil yang bersentuhan langsung dengan tanah yang memindahkan beban dari struktur ke tanah dengan aman. Pondasi merupakan bagian terbawah dari bangunan, oleh karena itu beban bangunan yang diatasnya seperti beban mati, beban hidup, beban angin dipindahkan melalui bagian struktur horizontal atau vertikal ke pondasi yang kemudian meneruskan beban lebih jauh hingga ke tanah dasar. Sebelum merencanakan pembangunan sebuah rumah atau bangunan lainnya kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis-jenis pondasi bangunan yang kuat, kokoh, dan sering digunakan untuk mendukung konstruksi.   Tujuan Pondasi  Pondasi disediakan untuk semua struktur pemikul beban untuk tujuan berikut: •    Pondasi adalah alasan utama di balik stabilitas struktur apa pun. Semakin kuat pondasinya, semakin stabil strukturnya. •    Desain dan konstruksi pondasi yang tepat memberikan permukaan yang tepat untuk pengembangan substruktur pada tingkat yang tepat dan di atas dasar yang kokoh. •    Pondasi yang dirancang khusus membantu menghindari gerakan lateral dari material pendukung. •    Pondasi yang tepat mendistribusikan beban ke permukaan tempat tidur secara merata. Transfer seragam ini membantu menghindari penyelesaian bangunan yang tidak seimbang. Penurunan diferensial adalah efek bangunan yang tidak diinginkan. •    Pondasi melayani tujuan sepenuhnya mendistribusikan beban dari struktur di atas area dasar yang besar dan kemudian ke tanah di bawahnya. Beban yang dipindahkan ke tanah ini harus berada dalam daya dukung tanah yang diijinkan.   Fungsi Pondasi Pondasi dalam suatu bangunan konstruksi memegang peranan penting karena memiliki fungsi untuk penahan atau penopang beban bangunan diatasnya yang kemudian diteruskan ke lapisan tanah yang ada dibawahnya. Agar menghasilkan bangunan yang kuat dan kokoh, pondasi suatu bangunan harus direncanakan dengan baik. Perencanaan saat memilih pondasi suatu bangunan ditentukan berdasarkan jenis tanah, kekuatan, dan daya dukung tanah serta beban pada bangunan itu sendiri. Untuk tanah berdaya dukung baik, maka pondasinya menggunakan konstruksi yang sederhana. Jika tanahnya tidak stabil dan memiliki daya dukung yang jelek, maka pondasi juga harus ditentukan dengan lebih teliti.   Jenis-Jenis Pondasi Bangunan  Berikut ini adalah jenis-jenis pondasi bangunan. 1.    Pondasi Dalam Pondasi dalam biasanya digunakan pada bangunan yang terletak di lokasi permukaan tanah tertentu. Selain itu, pondasi dalam juga dipasang dilapisan tanah dengan kedalaman lebih dari 3 meter. Penggunaan jenis pondasi bangunan ini juga diterapkan pada bangunan dengan ukuran yang lebar. Jenis pondasi dalam meliputi: •    Pondasi tiang pancang Pondasi tiang pancang merupakan jenis pondasi konstruksi yang tergolong pondasi dalam. Saat ini pondasi tiang pancang banyak digunakan sebagai pondasi pada proyek konstruksi skala besar maupun kecil. Pondasi tiang pancang dikenal sebagai pondasi dengan daya tahan yang lama. Hal tersebut karena kerangka dari pondasi ini dapat terhindar dari karat sehingga pelapukan yang terjadi di dalam tanah. Dari segi harga, pondasi tiang pancang cukup mahal. Namun, mengingat kekuatan bahannya yang kokoh, itu akan setimpal dengan biaya yang dikeluarkan. Ada beberapa jenis pondasi tiang pancang yaitu tiang pancang kayu, tiang pancang beton, dan tiang pancang baja. •    Pondasi bore pile Jenis pondasi selanjutnya yaitu pondasi bore pile. Pondasi bore pile adalah pondasi yang berbentuk seperti tabung panjang, kemudian ditancapkan ke dalam tanah. Biasanya pondasi bangunan bore pile digunakan untuk menjaga kestabilan bangunan berbentuk tingkat dan bangunan yang terletak di daerah sekitar lereng. Keuntungan menggunakan pondasi ini adalah tidak ada suara bising dari pondasi selama proses pemasangan. Selain itu, tidak akan ada pergeseran selama penggunaanya, walaupun struktur tanah bergelombang. •    Pondasi piers Jenis pondasi piers ini berfungsi untuk meneruskan beban berat dari struktur bangunan. Biasanya pondasi ini dipasang dengan cara menggali tanah hingga kedalaman yang telah ditentukan, kemudian pondasi ini dipindahkan ke dalam tanah yang telah digali sebelumnya. Biasanya pondasi ini terbuat dari bahan beton precast, kemudian balok beton diafragma akan mengikuti ukuran dari tinggi pondasi yang telah dihitung. •    Pondasi sumuran Pondasi sumuran dibuat dengan dua kombinasi prinsip antara pondasi dangkal dan pondasi tiang pancang. Proses pembuatan pondasi ini dilakukan dengan cara membuat beberapa sumur sesuai dengan jenis kontruksi bangunan. Untuk memperkuat pondasi sumur dengan diisi tiang beton sebagai penopang utama. Pondasi sumur merupakan salah satu pondasi dalam pada bangunan yang banyak digunakan pada bangunan di Indonesia karena sangat cocok digunakan pada tempat dengan struktur tanah keras dan berada pada kedalaman lebih dari 3 meter. •    Pondasi basement Basement atau ruang bawah tanah adalah satu atau lebih tingkat dari sebuah bangunan yang seluruhnya atau sebagian berada di bawah tanah. Tujuan pembangunan basement adalah untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang semakin terbatas dan mahal. Ini adalah fungsi dari penggunaan pondasi basement untuk menopang beban bangunan dengan baik.  Jenis pondasi ini terdiri dari tiga bagian penting yaitu metode konstruksi, retaining wall, dan dewatering. Setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing agar pondasi dapat menopang dan mendistribusikan beban dengan baik. Sehingga pondasi tetap kokoh dan kuat dalam menahan beban seluruh bangunan karena bagian dasarnya terdapat ruang kosong (basement) dan hanya ditopang oleh tiang pondasi dan retaining wall. 2.    Jenis Pondasi Dangkal Jenis pondasi dangkal digunakan untuk bangunan yang memiliki struktur tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu berat. Biasanya pondasi dangkal ini digunakan untuk membuat perumahan yang tidak memiliki beban berat. Pondasi ini diterapkan untuk jenis tanah yang memiliki permukaan stabil. Untuk kedalaman pemasangannya tidak lebih dari 3 meter. Berikut ini adalah jenis dari pondasi dangkal. •    Pondasi memanjang Pondasi memanjang atau dikenal juga dengan pondasi jalur adalah tipe pondasi dangkal yang berguna untuk menyangga beban bangunan yang memiliki bentuk memanjang. Pondasi jenis ini biasanya dibuat dalam bentuk memanjang baik itu berbentuk persegi panjang, persegi maupun trapesium. Untuksss membangun pondasi jenis ini, bahan yang biasa digunakan meliputi cor beton tanpa tulang, pecahan batu, dan batu kali. •    Pondasi raft Pondasi raft terbuat dari lempengan beton bertulang yang berukuran besar yang digunakan pada tanah berkekuatan rendah. Pondasi raft didesain untuk digunakan pada konstruksi rumah dengan area luas dan struktur pembagian beban tersebar merata. Komponen utama terdiri dari susunan beton berukuran besar yang menggunakan bantuan beton bertulang untuk melindungi tanah yang memiliki daya tahan rendah.  •    Pondasi setempat Pondasi setempat biasanya digunakan untuk menopang kolom pada bangunan bertingkat. Biasanya pndasi ini hanya digunakan untuk menopang kolom sedangkan dinding-dindingnya menggunakan balok atau sloof pengikat. Pondasi ini digunakan untuk struktur utama pada bangunan yang bertingkat. •    Pondasi sarang laba-laba Pondasi sarang laba-laba masuk ke dalam jenis pondasi dangkal. Pndasi sarang laba-laba berbentuk seperti sarang dari laba-laba yang memiliki bentuk jaring-jaring melingkar. Pondasi ini menggunakan tanah sebagai kekuatan untuk struktur pondasinya. •    Pondasi tapak Bangunan yang dibuat dengan bentuk melingkar umumnya menggunakan pondasi jenis ini. Namun, ada juga bangunan berbentuk persegi menggunakan jenis pondasi tapak. Pondasi ini berfungsi untuk menyangga titik beban tunggal yang ada pada bangunan. Pondasi ini cocok digunakan untuk tempat dengan permukaan tanah lunak.   Syarat Umum Pembuatan Pondasi Bangunan  Berikut ini adalah syarat umum dalam membuat suatu pondasi bangunan. •    Kedalaman pondasi harus cukup dan mampu mencegah pergerakan tanah lateral di bawah pondasi. •    Sistem pondasi harus diamankan dari penggulingan, rotasi, penggelinciran atau pergeseran tanah. •    Sistem pondasi harus dilindungi dari korosi atau kerusakan akibat bahan berbahaya yang terkandung di dalam tanah. •    Pondasi harus dapat beradaptasi dengan perubahan tertentu dalam geometri bangunan atau selama proses konstruksi dilakukan. •    Persyaratan perlindungan lingkungan yang standar harus diperhatikan.  •    Menggunakan jenis pondasi dangkal jika kondisi tanah keras berada di permukaan tanah atau 2-3 meter di bawah permukaan tanah. •    Menggunakan jenis pondasi pondasi tiang mini pile, pondasi sumuran, atau pondasi bored pile jika tanah keras berada di kedalaman sekitar 10 meter atau lebih di bawah permukaan tanah. •    Menggunakan jenis pondasi tiang pancang atau juga pondasi bored pile jika tanah keras berada di kedalaman 20 meter atau lebih di bawah permukaan tanah.   Aspek-aspek Pemilihan Jenis Pondasi  Berikut ini adalah aspek-aspek dalam pemilihan jenis pondasi yang akan digunakan. 1.    Kondisi tanah pondasi Kondisi tanah pondasi di bagian bawah yang erat kaitannya dengan pemilihan jenis pondasi. Hal ini dikarenakan setiap jenis pondasi memiliki bentuk dan mekanisme distribusi beban yang berbeda tergantung kondisi tanah. Faktor tanah yang harus diperhatikan antara lain jenis tanah, parameter tanah, daya dukung, kedalaman tanah keras dan lainnya.  2.    Batasan akibat struktur di atasnya Keadaan beban struktur atas dapat mencakup beban total akibat struktur atas, arah gaya beban baik beban vertikal maupun horizontal, dan distribusi beban serta karakteristik dinamis yang dimiliki oleh struktur tersebut.  3.    Batasan keadaan lingkungan dari sekitar Batasan lingkungan yang dimaksud adalah kondisi lingkungan sekitar proyek. Mengingat dalam melaksanakan suatu pembangunan perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, sehingga diharapkan pembangunan tidak mengganggu atau menimbulkan bahaya bagi lingkungan sekitar maupun bangunan yang telah ada di sekitarnya.  4.    Biaya dan waktu pekerjaan Faktor biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan perlu diperhatikan karena keduanya berada dalam manajemen konstruksi sebuah bangunan dan erat kaitannya dengan pencapaian untuk mendapatkan kondisi yang tepat dan ekonomis.   Kesimpulan Sudah paham kan tentang apa itu pondasi bangunan. Jadi, pondasi merupakan bagian dari struktur bangunan terendah yang memindahkan beban dari struktur ke tanah. Pondasi pada sebuah bangunan memiliki fungsi untuk penahan atau penopang beban bangunan diatasnya yang kemudian diteruskan ke lapisan tanah yang ada dibawahnya sehingga bangunan dapat kuat dan stabil. Terdapat jenis-jenis pondasi yang penggunaannya berbeda, jadi sesuaikan jenis pondasi yang digunakan sesuai dengan syarat dan kebutuhan konstruksi agar bangunan yang dibuat dapat kuat dan tahan lama. 

Pengertian Beton: Karakteristik, Jenisnya, Komposisi, Kelebihan, Dan Kekurangan

Pengertian Beton Beton adalah bahan atau material konstruksi yang saat ini umum digunakan. Saat ini, bangunan-bangunan sudah menggunakan material beton. Peran penting konstruksi membutuhkan kualitas yang memadai. Beton sendiri merupakan unsur yang sangat penting dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi. Beton dapat dibentuk dengan mudah sesuai kebutuhan konstruksi. Selain itu, beton juga memiliki kekuatan yang tinggi, dapat tahan terhadap suhu yang tinggi, dan biaya perawatan yang rendah. Beton terbuat dari agregat, semen, dan air. Ada banyak formula yang memberikan sifat berbeda. Agregat biasanya berupa kerikil kasar atau batu pecah, seperti batu kapur atau granit dan agregat halus seperti pasir. Bentuk beton yang paling umum yaitu beton semen portland yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen, dan air yang berfungsi sebagai pengikat agregat.   Karakteristik Beton Dalam kontruksi, struktur beton dapat diketahui melalui karakteristik beton. Terdapat standarisasi karakteristik beton yang baik, yaitu: 1.    Kepadatan Beton dengan struktur yang baik memiliki kepadatan yang baik sehingga dapat menahan beban bangunan konstruksi sehingga tidak mudah retak. 2.    Kekuatan Kekuatan merupakan standarisasi yang harus dipenuhi saat menggunakan beton dalam struktur konstruksi. 3.    Faktor air semen Selain kekuatan dan kepadatan, kualitas struktur beton juga ditentukan oleh penggunaan faktor air semen. 4.    Tekstur Tekstur beton juga menentukan kualitas struktur beton yang dibuat. 5.    Parameter Parameter merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi kualitas beton.   Jenis-Jenis Beton 1.    Beton normal Beton normal tidak memiliki tulangan di dalamnya. Campuran yang digunakan pada beton normal adalah semen, agregat), dan air dengan ukuran 1:2:4, itu merupakan ukuran normal. Berat jenis beton ini beragam karena memiliki campuran celah kerikil sehingga total berat antara 2200 dan 2500 kg/m2 dengan kuat tekan mencapai 200 sampai 500 kg/cm2. Beton jenis ini sering digunakan pada konstruksi trotoar dan bangunan seperti rumah, gedung, perumahan, dan lain-lain. 2.    Beton non pasir Beton non pasir tidak menggunakan pasir sebagai salah satu komponennya. Campuran untuk membuat beton jenis ini sangat mirip dengan beton normal, yaitu kerikil, semen, dan air, serta agregat (kecuali pasir dan kerikil) dan air. Karena tidak menggunakan pasir, beton non pasir memiliki tekstur berongga yang berisi udara di celah-celah kerikil. Hal itu membuat berat dari beton non pasir lebih ringan daripada beton normal. Bton non pasir digunakan untuk struktur ringan, kolom, atau dinding sederhana. 3.    Beton ringan Beton dengan berat kurang dari 1920 kg/m3 dapat digolongkan sebagai beton ringan. Penggunaan agregat yang ringan memberikan hasil akhir beton yang ringan. Contoh agregat ringan yaitu batu apung, perlit, dan skoria. Beton ringan digunakan untuk melindungi struktur baja dan membangun dek jembatan bentang panjang dan konstruksi blok bangunan. 4.    Beton pracetak Beton pracetak adalah beton yang dibuat dan dicor di luar lokasi konstruksi, pembuatannya umumnya di pabrik yang sesuai dengan spesifikasi yang sudah tersedia atau yang diinginkan. Beton kemudian mengering di lingkungan terkontrol sebelum dikirimkan menuju lokasi konstruksi. Contoh unit jenis beton ini yaitu balok beton, tangga, dinding, tiang pracetak, ambang beton, dan lain-lain. Kelebihan dari unit tersebut yaitu dapat mempercepat proses konstruksi karena untuk penerapannya hanya dengan memasangnya saja tanpa membuatnya dahulu. Pembuatan beton ini biasanya dilakukan oleh ahlinya sehingga kualitasnya sudah terjamin. Kekurangan dari beton pracetak ini yaitu proses pengirimannya yang harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak rusak di jalan. 5.    Beton prategang Beton prategang adalah beton yang pembuatannya dilakukan dengan cara memberikan tulangan, tekanan atau tegangan terlebih dahulu sebelum dicor. Selama pencampuran dan penempatan beton, tulangan dikencangkan dan ditempatkan dengan kuat kemudian ditahan dari setiap ujung unit struktural. Setelah sudah mengeras, unit struktural beton dipadatkan. Fenomena beton prategang ini memberikan lebih banyak tekanan pada bagian bawah dari komponen struktur beton. Proses prategang membutuhkan alat berat dan keterampilan khusus untuk membuatnya. Oleh karena itu, beton prategang dibuat dan dirakit di lokasi konstruksi. Penerapan beton ini yaitu pada proyek dengan struktur bangunan bentang lebar seperti jembatan, struktur beban berat, dan atap dengan bentang yang lebih panjang. 6.    Beton hampa Dalam pembuatan beton ini biasanya air pada campuran beton disedot menggunakan vakum khusus sehingga hanya tersisa campuran beton tercampur rata. Beton hampa sangat kuat dan masuk dalam jenis beton terkuat. Beton hampa digunakan untuk konstruksi bangunan pencakar langit. 7.    Beton bertulang Beton tulangan baja termasuk jenis beton normal yang diperkuat dengan diberi tulangan. Beton normal lemah dalam menahan kekuatan tarik dan baik dalam menahan tekanan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, pada beton normal diberikan tulangan agar lebih kuat untuk manahan tarikan atau tekanan. Tulangan yang digunakan pada beton ini berupa batangan rod, batangan bar, atau dengan bentuk besi jaring (mesh) dan saat ini sudah ada tulangan yang terbuat dari fiber.  8.    Beton mortar Beton mortar atau disebut juga beton semen adalah beton yang dihasilkan dari campuran semen, pasir, dan air dalam proporsi tertentu. Pasir, semen, dan air merupakan komponen utama bahan baku pembuatan beton mortar. Semen, kapur, dan lumpur adalah tiga bentuk mortar yang paling umum digunakan.  9.    Beton massa Produksi beton massa dilakukan dalam jumah yang besar. Proses penuangan beton ini lebih besar dari permintaan tipikal untuk beton keseluruhan. Pada beton ini terdapat kontras yang signifikan antara volume beton dan luas permukaannya. Selain itu, dimensi beton juga cukup besar yaitu dimensi sebenarnya lebih dari 60 cm. Banyak fondasi besar, tiang bangunan, bendung, dan bendungan dibangun dengan beton jenis ini. 10.    Beton siklop Beton siklop adalah beton yang menggunakan agregat yang cukup besar dengan dimensi penampang antara 15 dan 20 cm. Kemudian campuran beton biasa ditambahkan ke bahan ini untuk memperkuatnya. Beton ini sering digunakan pada konstruksi bendungan, jembatan, dan infrastruktur air lainnya. Untuk beberapa struktur, penggunaan beton siklop dapat mengurangi biaya konstruksi secara signifikan tanpa mengurangi kualitas. 11.    Beton serat Beton serat dibuat dengan menambahkan serat tertentu ke dalam campuran beton. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dari beton yang dihasilkan. Contoh serat yang banyak digunakan dalam pembuatan beton serat adalah asbestos, plastik, kawat baja, dan serat alami dari tumbuh-tumbuhan. Serat ini sengaja ditambahkan menambah daya tahan sehingga beton lebih kuat dan tidak mudah retak.   Komposisi Pembuatan Beton Berikut ini adalah komposisi dalam pembuatan beton. 1.    Semen Portland Ini adalah bahan yang mengikat agregat sehingga ketika dicampur dengan air akan berubah menjadi pasta. Karena proses pengolahan yang bergantung pada panas dan waktu, campuran ini dapat menghasilkan pengerasan pada pasta. Berdasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI), semen sebagai bahan dasar beton dibagi menjadi 5 jenis, yaitu: •    Tipe I untuk bahan baku konstruksi umum tanpa ada persyaratan khusus seperti jenis semen lainnya. •    Tipe II untuk bahan konstruksi yang membutuhkan ketahanan panas sedang maupun sulfat. •    Tipe III sebagai komponen konstruksi dengan persyaratan kekuatan awal yang lebih tinggi. •    Tipe IV diperlukan untuk konstruksi dengan panas hidrasi yang lebih rendah. •    Tipe V untuk konstruksi yang membutuhkan syarat ketahanan yang tinggi dalam melalui senyawa sulfat. 2.    Agregat Agregat adalah butiran mineral alami yang berfungsi sebagai material pengisi campuran di kisaran 70% dari volume mortar. Umumnya agregat penyusun mortar diharapkan memiliki sifat kemampatan yang tinggi sehingga volume pori dan bahan pengikat yang dibutuhkan jauh lebih kecil. Berdasarkan SNI, agregat dibagi menjadi empat bagian atau daerah, yaitu zone I kasar, zone II agak kasar, zone III agak halus, dan zone IV halus. 3.    Air Air tidak hanya bekerja sebagai bahan reaksi dengan semen, namun juga menjadi pelumas untuk sela-sela agregat agar dapat dipadatkan dan dikerjakan dengan baik. Air yang digunakan untuk bahan pencampuran harus memenuhi kriteria sebagai berikut: •    Kandungan lumpur tidak lebih dari 2 gr/liter •    Garam yang berpotensi merusak maksimal 15 gr/liter •    Mengandung klorida tidak lebih dari 0,5 gr/liter •    Senyawa sulfat tidak lebih dari 1 gr/liter   Kelebihan Beton 1.    Beton mempunyai kekuatan menahan tekanan tinggi Bahan konstruksi beton memiliki kekuatan untuk menahan tekanan yang tinggi. Sehingga beton menjadi bahan baku pembuatan suatu bangunan seperti jembatan, gedung, hinggacbantalan rel kereta api. Dalam proses produksi, kekuatan beton menahan tekanan dapat disesuaikan, seperti K-225, K-250, K-350.  2.    Bahan baku pembuatan beton berlimpah di Indonesia Beton sebagian besar terbuat dari pasir beton. Ketersediaan pasir beton ini sangat melimpah di Indonesia sehingga dapat ditemukan dimana, seperti gunung hingga ke dasar laut. Dengan adanya bahan baku yang melimpah beton bisa diproduksi secara massal, sehingga tetap bisa digunakan untuk sebagai bahan baku bangunan. 3.    Biaya pemeliharaan yang terjangkau Beton adalah salah satu bahan bangunan dengan biaya perawatan yang paling rendah.  Setelah beton mengeras pasca diproduksi, kemudian strukturnya akan mirip dengan batu, sehingga tidak membutuhkan biaya perawatan yang tinggi selama besi tulangan dalam posisi yang baik dan karat dapat dicegah. 4.    Bisa sampai lebih 10 tahun awetnya Kelebihan lainnya dari beton yaitu awet. Dari sifatnya, beton masih menempati posisi pertama, beton tahan terhadap tekanan karena keras seperti batu dan perawatan yang tidak membutuhkan biaya tinggi. Kedua hal ini yang membuat beton bisa tahan lama. Oleh karena itu, banyak bangunan fasilitas umum yang menggunakan beton sebagai material utama, seperti jembatan, gedung tinggi, rel kereta api, hingga penahan ombak di tepi pantai.   Kekurangan beton  1.    Beton merupakan material yang mempunyai berat jenis 2400 kh/cm2. 2.    Memiliki kekuatan tarik yang kecil (9%-15%) dari kuat tekan. 3.    Membutuhkan ketelitian yang tinggi dalam penerapannya.   Kesimpulan Jadi, apa itu beton? Beton adalah bahan atau material konstruksi yang saat ini umum digunakan. Beton terbuat dari agregat, semen, dan air yang digunakan untuk menahan beban bangunan.  Beton digunakan karena memiliki kekuatan yang tinggi, tahan terhadap suhu tinggi, dan biaya perawatan yang rendah. Di Indonesia bahan baku pembuatan beton yaitu pasir beton tersedia melimpah sehingga beton dapat diproduksi secara besar untuk bahan baku bangunan.

9 Jenis Bahan Konstruksi Yang Sering Digunakan Berserta Penjelasannya

Insinyur masa kini menggunakan teknik "pencampuran" yang efisien untuk menciptakan bahan bangunan terbaik dan membangun struktur berkualitas tinggi. Pemilihan umum bahan bangunan sangat bergantung pada skala proyek dan efisiensi bahan.   Secara keseluruhan, memilih jenis bahan bangunan yang tepat sangat penting untuk memastikan umur panjang dan kualitas bangunan. Sekalipun Anda menggunakan jasa tim konstruksi yang paling berpengalaman, namun bahan bangunannya berkualitas rendah, kemungkinan besar bangunan tersebut akan mengalami berbagai masalah.   Alasan utama orang memilih bahan bangunan alternatif adalah untuk menghemat uang. Namun, kerugian jangka panjang dari bahan bangunan murah jauh lebih berbahaya daripada menghabiskan uang untuk bahan bangunan berkualitas tinggi.    Bahan bangunan adalah semua bahan yang digunakan untuk membangun, seperti bahan bangunan untuk rumah. Kayu, semen, agregat, logam, batu bata, beton, tanah liat adalah bahan bangunan yang paling umum digunakan dalam konstruksi. Pilihan ini didasarkan pada efektivitas biaya mereka dalam proyek konstruksi. Bahan alam sering dimanfaatkan dalam pembangunan struktur, terutama menggunakan bahan seperti tanah liat, pasir, kayu, batu, dan bahkan bahan organik seperti ranting dan daun.. Selain bahan alami, banyak produk buatan yang digunakan, beberapa di antaranya lebih banyak, beberapa lebih sedikit sintetis. Pembuatan bahan bangunan merupakan industri yang mapan di banyak negara dan penggunaan bahan ini biasanya dibagi menjadi beberapa industri khusus seperti pertukangan, pipa ledeng, atap dan insulasi. Referensi ini berlaku untuk habitat dan struktur, termasuk rumah.    Jenis Bahan Konstruksi 1) Bahan Konstruksi Alami Bahan bangunan secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua sumber, alami dan sintetik. Bahan alam adalah bahan yang tidak atau hanya sedikit diproses oleh industri, seperti kayu atau kaca. Bahan sintetis seperti plastik dan cat berbahan dasar minyak bumi diproduksi di lingkungan industri setelah ditangani oleh banyak orang. Keduanya memiliki tujuan mereka. Tanah liat, batu dan tumbuhan berserat merupakan bahan dasar kecuali tenda yang terbuat dari bahan lentur seperti kain atau kulit. Orang-orang di seluruh dunia telah menggunakan ketiga bahan ini bersama-sama untuk membuat rumah yang sesuai dengan kondisi cuaca setempat. Biasanya, bangunan ini menggunakan batu dan/atau sikat sebagai elemen struktur dasar, sedangkan lumpur digunakan untuk mengisi ruang, yang berfungsi sebagai bentuk beton dan insulasi. Contoh dasar termasuk perut, yang digunakan terutama sebagai tempat tinggal permanen di negara tropis atau sebagai bangunan musim panas oleh orang utara kuno.    2) Bahan Kain Tenda dulu populer dengan kelompok nomaden di seluruh dunia. Dua jenis yang terkenal adalah tipi berbentuk kerucut dan yurt bundar. Dengan perkembangan arsitektur yang dapat diregangkan dan kain sintetis, ini menjadi teknik konstruksi yang penting. Bangunan modern dapat dibuat dari bahan yang fleksibel seperti membran kain dan didukung oleh kabel baja atau kabel internal (prategang).    3) Bahan Batu Struktur batu telah ada selama yang bisa diingat siapa pun. Ini adalah bahan bangunan tahan lama dan biasanya sudah tersedia. Ada banyak jenis batuan di dunia dengan sifat berbeda yang menjadikannya lebih baik atau lebih buruk untuk tujuan tertentu. Batu merupakan material yang sangat padat, sehingga juga menyediakan banyak perlindungan, namun kelemahan utamanya sebagai material adalah berat dan dimensinya.   Kepadatan energinya juga dianggap sebagai kelemahan utama, karena sulit untuk menjaga agar batu tetap hangat tanpa sumber panas yang besar. Dinding batu kering dibangun karena orang meletakkan batu di atas satu sama lain. Belakangan, berbagai bentuk mortar digunakan untuk menyatukan batu, semen menjadi yang paling umum saat ini. Gubuk bundar dibangun dari batu granit lepas selama Zaman Neolitikum dan Perunggu awal, dan sisa-sisa sekitar 5.000 masih dapat dilihat hari ini.    Granit digunakan selama Abad Pertengahan (lihat Rumah Panjang Dartmoor) dan hingga zaman modern. Slate adalah jenis batu lain yang biasa digunakan sebagai bahan atap di Inggris Raya dan belahan dunia lain tempat batu itu ditemukan. Di sebagian besar kota besar Anda dapat melihat terutama bangunan batu, beberapa peradaban dibangun seluruhnya dari batu seperti piramida Mesir, piramida suku Aztec, dan sisa-sisa peradaban Inca.    4) Bahan Kayu Kayu adalah produk dari pohon dan terkadang tanaman berserat lainnya yang digunakan dalam konstruksi saat dipotong atau ditekan menjadi kayu dan menjadi kayu seperti papan, papan dan bahan serupa. Bahan konstruksi ini umum digunakan dan dapat dipakai untuk membangun berbagai jenis struktur di hampir seluruh kondisi iklim.. Kayu bisa sangat fleksibel di bawah beban, mempertahankan kekuatannya saat ditekuk, dan sangat kuat saat dikompresi secara vertikal.    Spesies kayu yang berbeda memiliki banyak sifat yang berbeda, bahkan dalam spesies kayu yang sama. Ini berarti bahwa beberapa jenis lebih cocok untuk tujuan yang berbeda daripada yang lain. Dan kondisi pertumbuhan penting dalam menentukan kualitas. Secara historis, kayu yang dimaksudkan untuk konstruksi bangunan besar digunakan dalam bentuk yang tidak diolah sebagai kayu gelondongan. Pohon-pohon hanya dipotong sesuai panjang yang dibutuhkan, dikupas sebagian dan kemudian diberi skor atau diikat.    Di masa lalu, dan di beberapa bagian dunia, banyak rumah pedesaan atau komunitas memiliki lahan kayu pribadi tempat keluarga atau komunitas menanam dan memanen pohon untuk membangun. Kavling ini biasanya seperti taman. Dengan penemuan gergaji mekanik, lahirlah produksi massal aturan lipat. Ini membuat build lebih cepat dan lebih konsisten. Kemudian sebuah rumah barat modern dibangun.    5) Bahan Logam Logam digunakan sebagai kerangka struktural atau sebagai kelongsong luar bangunan yang lebih besar seperti gedung pencakar langit. Banyak jenis logam yang digunakan dalam bangunan. Baja adalah paduan logam yang komponen utamanya adalah besi, dan banyak digunakan dalam konstruksi struktur logam. Itu kuat, fleksibel dan akan bertahan lama dengan leveling dan / atau perawatan yang tepat. Korosi merupakan ancaman utama bagi masa pakai logam yang lama.. Kepadatan yang lebih rendah dan ketahanan korosi yang lebih baik dari paduan aluminium dan timah terkadang lebih besar daripada biayanya yang lebih tinggi.    Kuningan dulunya lebih umum, tetapi saat ini sebagian besar terbatas pada penggunaan khusus atau aksesori khusus. Figur logam cukup menonjol dalam struktur prefabrikasi seperti Quonset Huts dan dapat digunakan di sebagian besar kota kosmopolitan. Fabrikasi logam membutuhkan banyak pekerjaan, terutama volume besar yang dibutuhkan dalam industri konstruksi. Logam lain yang digunakan adalah titanium, krom, emas dan perak. Titanium bisa dipakai untuk keperluan struktural walaupun harganya lebih mahal dibanding baja. Krom, emas, dan perak digunakan untuk dekorasi karena bahan ini mahal dan tidak memiliki sifat struktural seperti kekuatan tarik atau kekerasan.    6) Bahan Keramik Keramik adalah barang-barang seperti ubin, furniture, dan lain-lain. Keramik sering digunakan sebagai furniture atau panel pada bangunan. Lantai ubin, dinding, meja, bahkan langit-langit. Banyak negara menggunakan ubin keramik untuk menutupi banyak bangunan. Keramik dulunya hanyalah tembikar tanah liat khusus di tempat pembakaran tetapi telah berkembang menjadi bidang yang lebih teknis.    7) Bahan Bata dan Balok Batu bata adalah balok bahan yang dibakar di tempat pembakaran, biasanya tanah liat atau batu tulis, tetapi mungkin lumpur bermutu rendah, dll. Batu bata tanah liat dibentuk dalam cetakan (proses lumpur lunak) atau lebih sering dalam produksi komersial dengan mengekstrusi tanah liat melalui cetakan dan kemudian dipotong. untuk ukuran (proses kaku-lumpur).    Batu bata banyak digunakan sebagai bahan bangunan pada abad ke-18, 19, dan 20. Ini mungkin karena jauh lebih tahan api daripada kayu di kota-kota padat dan cukup murah untuk diproduksi. Pada akhir abad ke-20, jenis balok lain menggantikan batako. Itu adalah balok beton. Sebagian besar terbuat dari beton. Bahan murah yang penting di negara berkembang adalah balok beton pasir, yang lebih lemah dari batu bata tanah liat tetapi lebih murah.    8) Bahan Lumpur dan Tanah Liat Banyaknya material yang digunakan menimbulkan gaya arsitektur yang berbeda. Faktor penentu biasanya adalah kualitas tanah yang digunakan. Jumlah tanah liat yang lebih tinggi biasanya berarti gaya tanah liat/adobe, sedangkan jumlah tanah liat yang lebih rendah biasanya diasosiasikan dengan konstruksi rumput. Bahan penting lainnya kurang lebih adalah pasir/kerikil dan jerami/rumput.    Tanah basah adalah cara lama dan baru untuk membuat dinding, dibuat dengan tanah liat yang dipadatkan dengan tangan di antara papan, sekarang cetakan mekanis dan kompresor udara digunakan. Bumi, dan terutama tanah liat, adalah massa termal yang baik; itu menjaga suhu tetap sama. Rumah yang dibangun di atas tanah cenderung sejuk secara alami di musim panas dan hangat di cuaca dingin. Clay menyimpan panas atau dingin dan melepaskannya dalam jangka waktu yang lebih lama seperti batu. Lapisan tanah dapat mengubah suhu dengan perlahan, sehingga mengatur suhu secara buatan dapat memerlukan lebih banyak sumber daya dibandingkan dengan rumah kayu. Meskipun begitu, suhu panas atau dingin akan bertahan lebih lama.   Bangunan manusia, yang sebagian besar terdiri dari tanah dan tanah liat seperti batako, rumput, dan batako, memunculkan rumah yang dibangun selama berabad-abad di Eropa barat dan utara dan di tempat lain di dunia, dan masih dibangun, meskipun dalam skala yang jauh lebih kecil. skala skalanya lebih kecil. dalam skala. Beberapa dari bangunan ini dapat dihuni selama ratusan tahun.    9) Bahan Kaca Sejak penemuan kaca, jendela bening telah digunakan untuk menutupi bukaan kecil pada bangunan. Mereka memungkinkan orang membiarkan cahaya masuk ke kamar sambil mencegah cuaca buruk. Kaca biasanya terbuat dari campuran pasir dan silikat dan sangat rapuh.. Kaca juga dapat menutupi struktur atap yang besar dalam sebuah "space frame".   Kesimpulan Bahan bangunan adalah semua bahan yang digunakan untuk membangun, seperti bahan bangunan untuk rumah. Pemilihan jenis bahan bangunan yang tepat sangat penting untuk memastikan umur panjang dan kualitas bangunan. Adapun jenis-jenis bahan konstruksi antara lain bahan konstruksi alami, bahan kain, bahan batu, bahan kayu, bahan logam, bahan keramik, batu bata dan balok, bahan lumpur dan tanah liat, serta bahan kaca.